H. Sona Maulida: Kembalikan Purwakarta sebagai Kota Santri!

photo author
Enjang Sugianto, Purwakarta Online
- Kamis, 29 Agustus 2024 | 16:26 WIB
H Sona Maulida dan Zainal Arifin saat konferensi pers, usai pendaftaran di KPU Purwakarta. Kamis, 29 Agustus 2024 (Dok. Purwakarta Online)
H Sona Maulida dan Zainal Arifin saat konferensi pers, usai pendaftaran di KPU Purwakarta. Kamis, 29 Agustus 2024 (Dok. Purwakarta Online)

Misi Membangun Purwakarta yang Lebih Bahagia

Dalam visi misinya, H. Sona dan pasangannya, Zainal Arifin, mengusung semangat untuk menjadikan Purwakarta sebagai kota yang bahagia.

Baca Juga: Memanasnya Persaingan Dunia Musik K-Pop: Generasi Baru Girl Group Membawa Angin Segar ke Industri Hiburan

Mereka percaya bahwa kesejahteraan mental dan spiritual masyarakat Purwakarta harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan daerah.

"Jika nilai-nilai keagamaan kita kuat, maka kebahagiaan akan mengikuti. Ini yang ingin saya dan Zainal capai untuk Purwakarta," jelas H. Sona.

Acara pendaftaran pasangan ini ke KPU Purwakarta tidak hanya dihadiri oleh para politisi, tetapi juga ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Purwakarta.

Sejak pukul 11.00 WIB, massa pendukung telah berkumpul di Pondok Pesantren Salafiyah Gang Beringin, Purwakarta, untuk melaksanakan shalat dzuhur berjamaah, dilanjutkan dengan istighotsah, tahlil akbar, dan pembacaan shalawat badar bersama para alim ulama dan habib se-kabupaten Purwakarta.

Baca Juga: Zainal Arifin dan Sona Maulida Daftar ke KPU Purwakarta: Santri Bersarung, Ikon Pemimpin Masa Depan? Begini!

Dengan dukungan dari koalisi partai yang terdiri dari PKB, PPP, dan Partai Gelora, H. Sona Maulida optimis dapat membawa perubahan positif bagi Purwakarta.

Misinya jelas: mengembalikan Purwakarta sebagai kota santri yang penuh dengan kedamaian, kebahagiaan, dan kesejahteraan.

Spiritualitas sebagai Pondasi Kebahagiaan

Dalam pernyataannya, H. Sona juga menekankan bahwa selain faktor ekonomi dan infrastruktur, kesejahteraan spiritual masyarakat juga memegang peranan penting dalam menciptakan kebahagiaan yang sesungguhnya.

"Tradisi keagamaan yang berisi doa dan kegiatan spiritual ketuhanan mulai ditinggalkan, ini harus kita kembalikan. Kebahagiaan tidak hanya tentang materi, tapi juga tentang ketenangan jiwa," tambahnya.

Baca Juga: 3 BUMDES ini Mendapat Penghargaan dari Kecamatan Kiarapedes, Pengelolaan Keuangan Terbaik!

H. Sona Maulida berkomitmen untuk mengembalikan nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi utama dalam membangun masyarakat Purwakarta yang lebih baik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X