Bunuh Diri Meningkat di Purwakarta, H. Sona Maulida Tekad Bawa Kebahagiaan dan Kesejahteraan!

photo author
Enjang Sugianto, Purwakarta Online
- Kamis, 29 Agustus 2024 | 15:57 WIB
H Sona Maulida dan Zainal Arifin berfoto bersama usai pendaftaran di Kantor KPU Purwakarta. Kamis, 29 Agustus 2024 (Dok. Purwakarta Online)
H Sona Maulida dan Zainal Arifin berfoto bersama usai pendaftaran di Kantor KPU Purwakarta. Kamis, 29 Agustus 2024 (Dok. Purwakarta Online)

PURWAKARTA ONLINE - H. Sona Maulida Roemardhie, SS, calon Wakil Bupati Purwakarta periode 2024-2029, menyatakan tekadnya untuk menciptakan kebahagiaan bagi seluruh warga Purwakarta. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar usai pendaftarannya di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purwakarta pada Kamis, 29 Agustus 2024.

Solusi Fenomena Bunuh Diri

Dalam pidatonya, H. Sona menyoroti berbagai fenomena sosial yang kian memprihatinkan di Purwakarta, salah satunya adalah meningkatnya angka kasus bunuh diri. Bagi H. Sona, kasus-kasus seperti ini menjadi indikasi adanya masalah serius dalam kehidupan masyarakat yang perlu segera diatasi. "Kita tidak boleh tinggal diam melihat fenomena ini. Ada banyak faktor yang menyebabkan hal ini terjadi, dan kita harus bekerja keras untuk mengatasinya," tegasnya.

Menurut H. Sona, salah satu akar permasalahan yang perlu diperhatikan adalah mulai ditinggalkannya unsur-unsur tradisi keagamaan yang sarat dengan doa dan kegiatan spiritual. Ia meyakini bahwa ketika masyarakat menjauh dari nilai-nilai ketuhanan, kekosongan spiritual ini dapat berkontribusi pada meningkatnya tekanan psikologis yang berujung pada tindakan-tindakan ekstrem seperti bunuh diri.

Nilai-Nilai Keagamaan dan Kebahagiaan

Sebagai seorang tokoh yang lahir dan besar di Purwakarta, H. Sona sangat memahami karakter masyarakat setempat. Ia melihat, salah satu cara untuk mengembalikan kebahagiaan warga adalah dengan memperkuat kembali tradisi keagamaan yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Purwakarta. "Purwakarta dikenal sebagai Kota Santri. Ini adalah identitas kita, dan saya ingin mengembalikan itu. Tradisi keagamaan yang kuat bisa menjadi fondasi kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.

Tidak hanya berhenti pada wacana, H. Sona juga telah merumuskan berbagai program yang akan mendorong masyarakat untuk kembali pada nilai-nilai keagamaan dan spiritual. Melalui program ini, H. Sona berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi tumbuhnya kebahagiaan dan ketenangan batin di kalangan warga.

Jejak Karir dan Pengalaman H. Sona Maulida

H. Sona Maulida bukanlah sosok baru di Purwakarta. Pria kelahiran 29 Januari 1979 ini memiliki rekam jejak yang panjang dalam dunia kepemimpinan dan organisasi. Setelah menamatkan pendidikan di TK Bhayangkara, SDN A. Yani Cipaisan, SMPN 3 Purwakarta, dan SMU Islam Cipasung Tasikmalaya, ia melanjutkan pendidikan tinggi di IAIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung, di mana ia aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan.

Pengalaman organisasi yang kaya, mulai dari Ketua Komisariat PMII IAIN SGD Bandung hingga menjadi Wakil Ketua GP Ansor PC Purwakarta, mengasah kemampuannya dalam memimpin dan memecahkan masalah. Saat ini, H. Sona juga menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Purwakarta, sebuah posisi strategis yang memberinya pengaruh besar dalam perumusan kebijakan lokal.

Di bidang profesional, H. Sona pernah menjadi Staf Khusus Bupati Purwakarta Bidang Investasi dan Anggaran, serta terlibat dalam penyusunan Peraturan Daerah Kawasan Industri Berwawasan Lingkungan dan Berkelanjutan (KIBBLA). Pengalaman ini semakin memperkaya wawasan H. Sona dalam merancang kebijakan yang efektif dan berkelanjutan untuk pembangunan daerah.

Visi Kota Santri

Pendaftaran H. Sona sebagai calon Wakil Bupati Purwakarta tidak hanya diiringi oleh dukungan politik, tetapi juga dukungan spiritual dari para santri dan ulama. Sekitar 1000 santri mengiringi kepergian H. Sona dari Pondok Pesantren Salafiyah Gang Beringin menuju Kantor KPU Purwakarta. Acara tersebut diawali dengan salat dzuhur berjamaah, yang dilanjutkan dengan istighotsah, tahlil akbar, dan pembacaan shalawat badar bersama alim ulama dan habib se-Kabupaten Purwakarta.

Massa pendukung yang hadir tidak hanya berasal dari kalangan santri, tetapi juga dari berbagai elemen masyarakat yang merindukan perubahan positif di Purwakarta. Mereka berharap, dengan terpilihnya H. Sona, Purwakarta dapat kembali menjadi kota yang sejahtera dan bahagia, dengan identitas sebagai Kota Santri yang kuat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X