Gibran Minta Maaf ke Mahfud MD di Tengah Debat Cawapres: Evaluasi dan Optimisme Masa Depan Bangsa Indonesia

photo author
Zamur, Purwakarta Online
- Senin, 22 Januari 2024 | 16:05 WIB
Gibran membungkuk dan bersalaman dengan Mahfud MD dan Muhaimin usai acara debat berakhir.
Gibran membungkuk dan bersalaman dengan Mahfud MD dan Muhaimin usai acara debat berakhir.

PurwakartaOnline.com - Dalam debat keempat Pilpres 2024 di Jakarta Convention Center (JCC) pada Minggu (21/1), Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, memohon maaf kepada Mahfud MD atas pertanyaan sulit yang diajukan.

Gibran awalnya menyoroti isu Greenflation dengan pertanyaan yang menantang.

Pada debat cawapres sebelumnya, dia juga mengajukan pertanyaan sulit tentang Carbon Capture and Storage (CSS).

Baca Juga: Suami Penuh Semangat Menjaga Istrinya yang Hilang Ingatan: Kisah Inspiratif di Tengah Cobaan Hidup

"Prof. Mahfud agak ngambek, sepertinya karena saya sudah dua kali memberikan pertanyaan sulit, carbon capture, greenflation, selalu dikomentari sebagai pertanyaan receh," ungkap Gibran.

Dalam menjawab tanggapan Mahfud tentang impor pangan, Gibran menyampaikan pandangannya terkait swasembada beras hingga masalah impor tahun 2019-2022.

Ia menekankan pentingnya kerja sama dalam ekstensifikasi intensifikasi lahan untuk mengatasi tantangan tersebut.

Baca Juga: Gibran Pertanyakan Keberpihakan Paslon AMIN terhadap Nikel RI: Dibalik Sorotan LFP, Mungkinkah Ada Kecurangan?

Terkait food estate, yang dianggap gagal oleh Mahfud, Gibran menjelaskan bahwa ini adalah program jangka panjang yang memerlukan waktu untuk mencapai hasil maksimal.

"Panen pertama, kedua, dan ketiga pasti tidak pernah sampai 100 persen. Ini yang petani pahami. Baru nanti panen keenam, ketujuh, kedelapan baru akan kelihatan hasilnya," terangnya.

Gibran juga mengajak Mahfud untuk menghindari penyebaran narasi-narasi yang menakutkan kepada masyarakat, sambil menekankan pentingnya pemikiran optimis dari seorang pemimpin.

Baca Juga: Gibran Tantang Mahfud MD dengan Inflasi Hijau dan Pertanyaan Recehan

"Program-program yang berlangsung sekarang, nomor 1 dan nomor 3 ini kompak food estate gagal, tetapi ada yang berhasil, seperti di Gunung Mas Kalteng, yang sudah panen jagung dan singkong," tambah Gibran.

Evaluasi dan optimisme menjadi kunci dalam menghadapi tantangan yang dihadapi oleh bangsa.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Zamur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X