Bagaimana Ketahanan Finansial Pribadi jadi Benteng Hadapi Resesi Global!

photo author
Enjang Sugianto, Purwakarta Online
- Kamis, 27 Oktober 2022 | 14:00 WIB
PHK Dampak Resesi Global (Ads Radio 96,9 fm Cikampek/ FB)
PHK Dampak Resesi Global (Ads Radio 96,9 fm Cikampek/ FB)

Baca Juga: Bertemu Guru PAUD se-Purwakarta, Syaiful Huda Janji Perjuangkan Kesejahteraan!

Sebagai contoh, dana darurat setiap pribadi bisa ditingkatkan sebanyak 12 kali dari pengeluaran bulanan masing-masing.

Cara menghadapi resesi lainnya yakni dengan wajib memiliki asuransi.

Pada situasi ekonomi yang menurun, terdapat potensi pendapatan masyarakat yang juga menurun drastis atau bahkan kehilangan penghasilan.

Dengan memiliki asuransi, risiko keuangan terganggu akibat sakit, kerusakan kendaraan, dan hal lainnya, yang mungkin terjadi dapat ditanggung oleh asuransi, sehingga tak perlu lagi ada kekhawatiran.

Baca Juga: GANJAR PRANOWO Minta Pelayanan Kesehatan Cepat-Tepat Tangani Ginjal Akut!

Pastikan asuransi yang dipilih sesuai dengan kondisi dan risiko yang paling mungkin terjadi.

Arus kas yang sehat dan baik juga harus dipastikan di tengah potensi resesi global lantaran ekonomi yang sedang sulit dan tidak menentu akan sangat mewajibkan pribadi untuk mengatur keuangan dengan baik.

Pastikan pengeluaran hanya digunakan untuk hal-hal yang memang dibutuhkan, bukan hanya yang diinginkan.

Mengatur pengeluaran dan pendapatan secara baik tentu akan membantu keadaan keuangan tetap sehat di tengah badai ketidakpastian ekonomi.

Baca Juga: Ustad Dadang Saputra: Hari Santri tak sekadar sejarah, tapi visi kebangsaan bagi generasi muda di masa depan!

Langkah menjaga ketahanan keuangan lainnya yakni dengan menghindari utang konsumtif atau berjangka panjang.

Pada saat resesi terjadi, umumnya suku bunga bank akan mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Kemungkinan kenaikan suku bunga bank tersebut dipicu oleh Bank Indonesia (BI) yang sudah meningkatkan suku bunga acuan sebanyak 75 basis poin (bps).

Kenaikan ini kemungkinan akan diikuti kenaikan suku bunga selanjutnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X