bisnis

Asep Eka Permana Gagas Pembentukan Asosiasi Petani Labu Siam untuk Mendongkrak Kemandirian Pangan

Kamis, 20 Maret 2025 | 05:04 WIB
Asep Eka Permana, petani asal Purwakarta, menginisiasi pembentukan Asosiasi Petani Labu Siam (Aplasim) untuk meningkatkan profesionalisme dan advokasi petani labu Siam di Indonesia. (Dok. Purwakarta Online / Enjang Sugianto)

PURWAKARTA ONLINE – Asep Eka Permana atau yang akrab disapa Asep Dongkrak, petani labu Siam asal Purwakarta, Jawa Barat, menyerukan pentingnya pembentukan Asosiasi Petani Labu Siam (Aplasim).

Menurutnya, keberadaan asosiasi ini akan menjadi wadah bagi petani labu Siam untuk mendongkrak profesionalisme, memperluas jaringan, dan memperkuat posisi mereka dalam menghadapi tantangan industri pertanian modern.

Gagasan ini disampaikan Asep dalam wawancara eksklusif dengan PURWAKARTA ONLINE usai santap sahur pada Kamis dinihari, 20 Maret 2025.

“Banyak komoditas pertanian yang sudah memiliki asosiasi, seperti kopi dengan Apeki (Asosiasi Petani Kopi Indonesia) dan cengkeh dengan Apci (Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia). Namun, labu Siam sebagai salah satu komoditas pangan penting belum memiliki wadah resmi. Padahal, potensinya sangat besar,” ujar Asep.

Baca Juga: Kapolres Purwakarta Pastikan Kesiapan Call Center 110 Jelang Operasi Ketupat 2025

Labu Siam, Komoditas Pangan yang Menjanjikan

Labu Siam (Sechium edule) merupakan tanaman yang mudah dibudidayakan dan tahan terhadap cuaca panas.

Tanaman ini cocok ditanam di dataran tinggi dengan ketinggian 900-1.100 meter di atas permukaan laut (mdpl), dengan suhu ideal 15-25°C dan kelembapan udara 80-85%.

Proses penanamannya relatif sederhana, dimulai dari pemilihan bibit sehat, persiapan tanah gembur, hingga perawatan rutin seperti penyiraman, pemupukan, dan pemangkasan.

Selain mudah dibudidayakan, labu Siam juga kaya akan nutrisi.

Baca Juga: Viral Obrolan Dua Gadis Cantik: Pacaran Pasti Berhubungan Seks!

Setiap 100 gram labu Siam mengandung 30 kkal, 7 gram karbohidrat, 1 gram protein, 6 gram serat, serta sejumlah vitamin dan mineral seperti vitamin C, kalsium, fosfor, dan kalium.

Kandungan serat yang tinggi membuat labu Siam dikenal sebagai makanan yang baik untuk pencernaan, sementara senyawa antioksidan dan sifat diuretiknya membantu menjaga kesehatan jantung dan ginjal.

“Labu Siam bukan hanya sekadar sayuran. Ini adalah sumber pangan yang bergizi tinggi dan memiliki banyak manfaat kesehatan. Sayangnya, potensi ini belum sepenuhnya tergarap maksimal,” tambah Asep.

Halaman:

Tags

Terkini