PURWAKARTA ONLINE – Asep Eka Permana atau yang akrab disapa Asep Dongkrak, petani labu Siam asal Purwakarta, Jawa Barat, menyerukan pentingnya pembentukan Asosiasi Petani Labu Siam (Aplasim).
Menurutnya, keberadaan asosiasi ini akan menjadi wadah bagi petani labu Siam untuk mendongkrak profesionalisme, memperluas jaringan, dan memperkuat posisi mereka dalam menghadapi tantangan industri pertanian modern.
Gagasan ini disampaikan Asep dalam wawancara eksklusif dengan PURWAKARTA ONLINE usai santap sahur pada Kamis dinihari, 20 Maret 2025.
“Banyak komoditas pertanian yang sudah memiliki asosiasi, seperti kopi dengan Apeki (Asosiasi Petani Kopi Indonesia) dan cengkeh dengan Apci (Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia). Namun, labu Siam sebagai salah satu komoditas pangan penting belum memiliki wadah resmi. Padahal, potensinya sangat besar,” ujar Asep.
Baca Juga: Kapolres Purwakarta Pastikan Kesiapan Call Center 110 Jelang Operasi Ketupat 2025
Labu Siam, Komoditas Pangan yang Menjanjikan
Labu Siam (Sechium edule) merupakan tanaman yang mudah dibudidayakan dan tahan terhadap cuaca panas.
Tanaman ini cocok ditanam di dataran tinggi dengan ketinggian 900-1.100 meter di atas permukaan laut (mdpl), dengan suhu ideal 15-25°C dan kelembapan udara 80-85%.
Proses penanamannya relatif sederhana, dimulai dari pemilihan bibit sehat, persiapan tanah gembur, hingga perawatan rutin seperti penyiraman, pemupukan, dan pemangkasan.
Selain mudah dibudidayakan, labu Siam juga kaya akan nutrisi.
Baca Juga: Viral Obrolan Dua Gadis Cantik: Pacaran Pasti Berhubungan Seks!
Setiap 100 gram labu Siam mengandung 30 kkal, 7 gram karbohidrat, 1 gram protein, 6 gram serat, serta sejumlah vitamin dan mineral seperti vitamin C, kalsium, fosfor, dan kalium.
Kandungan serat yang tinggi membuat labu Siam dikenal sebagai makanan yang baik untuk pencernaan, sementara senyawa antioksidan dan sifat diuretiknya membantu menjaga kesehatan jantung dan ginjal.
“Labu Siam bukan hanya sekadar sayuran. Ini adalah sumber pangan yang bergizi tinggi dan memiliki banyak manfaat kesehatan. Sayangnya, potensi ini belum sepenuhnya tergarap maksimal,” tambah Asep.
Artikel Terkait
Terancam 9 Tahun Penjara! Viral Pengeroyokan Sadis di Situ Wanayasa Purwakarta
Kades Sebut Korban Pengeroyokan di Situ Wanayasa Purwakarta Ingin Pulang, Tapi Muntah dan Belum Diizinkan RS
Desa Sumbersari Purwakarta Salurkan BLT Dana Desa, 20 KPM Terima Rp900 Ribu per Orang
Dua Rumah di Purwakarta Rusak Parah Akibat Pergerakan Tanah, Warga Dievakuasi
Abang Ijo Turun Tangan Tangani Pergerakan Tanah di Purwakarta, Rumah Warga Ambruk
Pergerakan Tanah di Purwakarta Rusak Rumah Warga, Abang Ijo: Drainase Jadi Fokus Utama!
Abang Ijo Tinjau Lokasi Pergerakan Tanah di Purwakarta, Pasar Bawah Ditutup Sementara
Ketua GPM Purwakarta, Agus Umbara Bakal Usulkan Strategi Pengkaderan di Kongres Bali
Kapolres Purwakarta Pastikan Kesiapan Call Center 110 Jelang Operasi Ketupat 2025
Kapolres Purwakarta Pastikan Kesiapan Call Center 110 Jelang Operasi Ketupat 2025