Analis memprediksi:
- Ekspor China akan anjlok dalam beberapa bulan ke depan.
- Banyak perusahaan mungkin relokasi pabrik ke negara lain untuk hindari tarif.
- Pertumbuhan GDP 2025 diproyeksikan hanya 4,5%, lebih rendah dari target.
Baca Juga: BRI Siapkan Rp 600 Miliar dalam Riyal Saudi untuk Biaya Hidup Jemaah Haji 2025
Kebijakan Stimulus Beijing & Masa Depan Ekonomi China
Untuk mengantisipasi dampak tarif AS, pemerintah China dikabarkan akan:
- Memperluas defisit anggaran untuk proyek infrastruktur.
- Mempercepat digitalisasi sektor manufaktur.
- Mendorong ekspor ke pasar non-AS seperti ASEAN & Uni Eropa.
Pertemuan Politbiro akhir April akan menjadi penentu arah kebijakan ekonomi China dalam menghadapi tantangan global.
Optimisme Hati-Hati
Meski Q1 2025 menunjukkan pertumbuhan kuat (5,4%), prospek ke depan masih dipenuhi ketidakpastian.
Jika perang dagang semakin panas, stimulus domestik mungkin tidak cukup untuk mencapai target 5%.
Baca Juga: Game Edukasi Gratis! Belajar Sambil Bermain yang Menyenangkan dan Bermanfaat untuk Anak
Artikel Terkait
BRI Dukung Warung Legendaris Bu Sum di Pasar Beringharjo, UMKM Naik Kelas dan Laris Manis
BRI Pacu Unici Songket Silungkang Go Global, UMKM Tenun yang Menaklukkan Pasar Ekspor
BBRI di Tengah Turbulensi Pasar, Buyback Saham Jadi Tameng atau Bumerang?
BRI Dukung UMKM Kue Naik Kelas, Kisah Sukses Tien Cakes & Cookies Raih Omzet Meningkat
Game Bisnis Online Gratis untuk Anak, Solusi Nyata Ajarkan Investasi dan Mindset Kaya Sejak Dini!
Ngeri Bos! King Abdi MasterChef Didepak dari Bisnis Kuliner Bebek yang Ia Ciptakan
Bisnis Kuliner Bebek Bikin Trauma King Abdi, Didepak dari 11 Cabang!
BRI Siapkan Rp 600 Miliar dalam Riyal Saudi untuk Biaya Hidup Jemaah Haji 2025
King Abdi vs Tretan Muslim, Polemik Bisnis Kuliner dan Resep Bebek Carok
China Kalahkan Proyeksi Ekonomi Kuartal I 2025, Tapi Ancaman Tarif AS Mengerikan!