- Kenaikan biaya dana jika kompetisi deposito makin ketat.
- Efek buyback terhadap EPS (earning per share) belum pasti.
Baca Juga: Kasus Suap CPO Terbongkar dari Pengembangan Kasus Ronald Tannur di Surabaya
Seorang analis pasar modal yang enggan disebutkan namanya berkomentar.
"Buyback BBRI masuk akal jika melihat valuasi saham yang masih di bawah PBV 2x. Tapi jika tujuannya sekadar menjaga harga, ini berisiko."
Lalu, harus bagaimana investor menyikapi?
- Pantau realisasi buyback: Apakah dilakukan saat harga rendah?
- Awalkan kinerja kuartalan: Apakah pertumbuhan laba bisa dipertahankan?
- Perhatikan kebijakan The Fed: Keputusan suku bunga AS akan pengaruhi aliran modal asing.
Baca Juga: Prabowo Umumkan Qatar Suntik 2 Miliar Dolar AS untuk Danantara
Buyback BBRI ibarat pertaruhan. Jika berhasil, ini akan menjadi masterpiece strategi korporasi.
Jika gagal, bisa jadi cerita mahal tentang kepercayaan diri yang keliru.***
Artikel Terkait
Minyak Telon Lokal Go Global, UMKM Binaan BRI Sukses Ekspor ke Mancanegara
Unici Songket Silungkang Sukses Tembus Pasar Global, BRI Dukung UMKM Ekspor Warisan Budaya
BRI Hadirkan Posko Mudik BUMN 2025, Fasilitas Lengkap untuk Arus Balik Lebaran
BRI Bantu UMKM Aksesori Gelap Ruang Jiwa Raih Pasar Global Lewat BRI UMKM EXPO(RT) 2025
Suryani, Kartini Modern Pejuang Ekonomi Keluarga Sukses Berkat KUR BRI dan PNM Mekar
BRI Bantu UMKM Aksesoris Fashion Tembus Global, Kisah Sukses 'I Love Mutiara' Lombok
BRI Berdayakan UMKM Sidoarjo, Sukses Tembus Pasar Ekspor dengan Omzet Ratusan Juta
BRI Dukung Warung Legendaris Bu Sum di Pasar Beringharjo, UMKM Naik Kelas dan Laris Manis
BRI Pacu Unici Songket Silungkang Go Global, UMKM Tenun yang Menaklukkan Pasar Ekspor
BRI Siapkan Rp3 Triliun untuk Buyback Saham, Bukti Kuatnya Kinerja Fundamental BBRI