Petani Sayuran Purwakarta Hadapi Tantangan Cuaca Ekstrem Jelang Ramadhan 2025

photo author
Enjang Sugianto, Purwakarta Online
- Senin, 3 Maret 2025 | 19:41 WIB
Hujan deras dan cuaca ekstrem di Purwakarta menghambat produksi sayuran jelang Ramadhan 2025. (Dok. KTNA Purwakarta)
Hujan deras dan cuaca ekstrem di Purwakarta menghambat produksi sayuran jelang Ramadhan 2025. (Dok. KTNA Purwakarta)

PURWAKARTA ONLINE – Hampir setiap hari, hujan mengguyur wilayah selatan Purwakarta, termasuk Kecamatan Bojong, Wanayasa, dan Kiarapedes.

Cuaca ekstrem ini menjadi tantangan berat bagi petani sayuran yang tengah mempersiapkan stok untuk memenuhi kebutuhan pasar selama Ramadhan dan Idul Fitri 2025.  

Adi Mulyadi, petani sayuran berusia 22 tahun asal Kecamatan Kiarapedes, mengungkapkan betapa sulitnya bertani di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Banjir, hama, penyakit, dan gulma menjadi kendala utama saat musim hujan seperti ini,” ujarnya.  

Baca Juga: Pungli Masuk Kerja di Purwakarta: Calo Paksa Pencaker Bayar Rp15 Juta, Abang Ijo Geram!

Dampak Hujan Deras pada Tanaman Sayuran

Hujan deras yang terus-menerus menyebabkan genangan air yang merusak tanaman.

Sistem drainase yang kurang memadai memperparah kondisi, membuat tanaman kebanjiran.

Selain itu, air hujan yang bersifat asam dapat merusak lapisan lilin pada daun, membuat tanaman rentan terhadap serangan jamur, serangga, dan suhu dingin.  

Kelembapan tinggi dan suhu hangat juga menciptakan kondisi ideal bagi pertumbuhan bakteri dan jamur patogen.

Baca Juga: 4 Isu Panas, Putra Mahkota Keraton Solo Kritik Pedas Pemerintah RI

“Jika tidak dikendalikan, penyakit tanaman bisa menyebar dengan cepat,” tambah Adi.  

Upaya Petani Mengatasi Tantangan Cuaca

Meski menghadapi kendala besar, Adi dan petani lainnya tak menyerah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X