• Kamis, 1 Desember 2022

Merchandise Kupu-kupu yang diawetkan dan dibingkai di Bantimurung, Maros Sulawesi Selatan

- Selasa, 28 Juni 2022 | 09:37 WIB
Merchandise Kupu-kupu di Taman Nasional Bantimurung, Kabupaten Maros Sulawesi Selatan. Kupu-kupu diawetkan dan dibingkai, dijual sebagai oleh-oleh di lokasi wisata. (Enjang Sugianto - PurwakartaOnline.com)
Merchandise Kupu-kupu di Taman Nasional Bantimurung, Kabupaten Maros Sulawesi Selatan. Kupu-kupu diawetkan dan dibingkai, dijual sebagai oleh-oleh di lokasi wisata. (Enjang Sugianto - PurwakartaOnline.com)

Purwakarta Online - Di wisata alam Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan terdapat penjual merchandise atau oleh-oleh yang sangat unik, yaitu kupu-kupu dari beragam jenis yang diawetkan.

Warna-warni kupu-kupu, entah jenisnya apa saja sangat menarik perhatian Penulis. Hampir saja penulis merogoh saku untuk membeli kupu-kupu yang dijajakan dalam bingkai-bingkai kaca.

Namun ada sedikit pertimbangan dalam hati penulis waktu itu, sehingga mengurungkan niat untuk membeli kupu-kupu yang telah diawetkan tersebut.

Penulis berpikir, kupu-kupu adalah makhluk hidup yang tidak layak 'bernasib' seperti itu. Dia ditangkarkan untuk terbunuh dengan cara diawetkan, lalu dijajakan dijual sebagai oleh-oleh.

Penulis masih memaklumi pengawetan kupu-kupu untuk kepentingan ilmu pengetahuan, penelitian dan museum. Dengan tujuan besar dan manfaat penting dalam kehidupan di muka bumi. Jika untuk tujuan komersial, penulis rasa tidak setuju.

Peserta Pra Penas KTNA 2022 asal Kabupaten Purwakarta sedang melihat-lihat oleh-oleh khas wisata Bantimurung di Maros Sulawesi Selatan. Sabtu, 25 Juni 2022. (Enjang Sugianto - PurwakartaOnline.com)

Baca Juga: Inilah foto wajah suami Jang Nara, padahal pernikahan sangat tertutup!

Tetapi penulis tidak bermaksud untuk melontarkan kritik terhadap praktik pengawetan dan komersialisasi kupu-kupu yang ada di Bantimurung sana. Tetapi penulis hanya tidak setuju untuk lingkup pribadi saja.

Faktanya pengawetan beragam jenis kupu-kupu disana tidak merusak ekosistem. Penduduk di sana melakukan budidaya atau penangkaran kupu-kupu, lalu menjualnya dengan cara menjadikannya produk oleh-oleh khas Bantimurung.

Halaman:

Editor: Enjang Sugianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Promosi Wisata, Selfie dan The Power of Millennials!

Selasa, 8 November 2022 | 10:00 WIB

Situ Begendit, Wisata Favorit di Garut Jawa Barat!

Senin, 7 November 2022 | 12:00 WIB

Demi Kelestarian Komodo, Pemerintah Batasi Kunjungan!

Senin, 7 November 2022 | 10:00 WIB

Wisata Danau Kaco, Mutiara Biru di Belantara Jambi!

Senin, 7 November 2022 | 06:00 WIB
X