PURWAKARTA ONLINE - Gerhana Bulan Total pada 13-14 Maret 2025 akan menjadi fenomena astronomi yang patut ditunggu.
Peristiwa ini tidak hanya menampilkan bulan yang tertutup bayangan Bumi, tetapi juga menghadirkan Blood Moon atau bulan berwarna merah kecoklatan yang memukau.
Proses gerhana dimulai pukul 03.57 UTC dengan fase penumbra, diikuti gerhana sebagian pada 05.09 UTC.
Puncak gerhana total terjadi pukul 06.58 UTC, di mana Bulan akan sepenuhnya tertutup oleh bayangan umbra Bumi.
Selama 65 menit, Bulan akan memancarkan warna oranye kemerahan akibat pembiasan cahaya Matahari melalui atmosfer Bumi.
Sayangnya, fenomena ini tidak dapat disaksikan di Indonesia.
Namun, penduduk di Amerika Utara, Selatan, dan sebagian Eropa seperti Dublin, Lisbon, dan Sydney berkesempatan menikmati pemandangan langka ini.
Menurut buku "Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari" karya Farah, gerhana bulan terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, menghalangi cahaya Matahari yang biasanya memantul ke Bulan.
Baca Juga: PST dan Ekonomi Indonesia, Adaptasi Terhadap Zona Waktu Global
Inilah yang menyebabkan Bulan tampak redup dan berubah warna.
Jangan lewatkan kesempatan langka ini!
Catat waktu dan lokasi terbaik untuk menyaksikan Gerhana Bulan Total Maret 2025.***