-
Saung Manglid – Tempat nyaman untuk menikmati suasana alam dengan nuansa pedesaan yang kental.
-
Pasir Langlang Panyawangan – Kawasan hutan dengan pemandangan memukau.
-
Curug Cilamaya – Air terjun yang masih alami, cocok bagi para pencinta petualangan.
Kombinasi wisata edukatif dan alam ini menjadikan Kampung Parakanceuri sebagai destinasi ideal bagi institusi pendidikan maupun wisatawan yang ingin menyatu dengan alam dan budaya.
Baca Juga: Kecil Namun Mendunia! Wisata Kampung Parakanceuri, Destinasi Edukasi yang Mendukung Kurikulum Merdeka
Keberhasilan Desa Wisata Kampung Parakanceuri tak lepas dari peran aktif masyarakat setempat.
Awalnya hanya dikelola oleh 23 orang, kini komunitas wisata berkembang hingga 25 orang, dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Berbagai pelatihan diberikan kepada warga, mulai dari keterampilan pemandu wisata, hingga pengelolaan kuliner dan kerajinan lokal.
Dahulu, banyak warga desa yang harus merantau ke kota demi mencari penghasilan. Namun, dengan berkembangnya desa wisata ini, ekonomi lokal semakin menggeliat.
Kini, masyarakat bisa menikmati manfaat ekonomi langsung dari pariwisata, termasuk dari sektor kuliner, penginapan, hingga souvenir khas desa.
Sejak resmi dibuka pada 20 Agustus 2020, Desa Wisata Kampung Parakanceuri telah dikunjungi lebih dari 3.700 wisatawan hingga Februari 2024.
Dengan angka yang terus bertambah, pengelola optimis bahwa kampung ini akan menjadi ikon wisata edukatif yang lebih besar di masa depan.
Menariknya, dalam waktu dekat, kampung ini akan menerima 15 tamu spesial dalam rangka penelitian akademik.
Baca Juga: Isu Reshuffle Kabinet Prabowo: Respons Menteri Gerindra dan Tanggapan Presiden
Ini membuktikan bahwa keberadaan Desa Wisata Kampung Parakanceuri semakin diakui baik di dalam maupun luar negeri.