PURWAKARTA ONLINE - Dunia sekarang ini sedang kembali dihadapkan pada ancaman virus baru yang menggegerkan.
Human Metapneumovirus (HMPV) kini menjadi perhatian utama setelah menyebabkan lonjakan kasus penyakit pernapasan di provinsi-provinsi utara Tiongkok selama musim dingin ini.
Virus ini, meskipun telah diidentifikasi sejak 2001, kini kembali mencuat di tengah lonjakan infeksi pada anak-anak di bawah usia 14 tahun.
Kehadiran HMPV mengingatkan publik pada fase awal pandemi COVID-19 yang mengakibatkan banyak korban jiwa.
Baca Juga: Manfaat Teh Chamomile untuk Kesehatan: Solusi Alami untuk Berbagai Masalah Kesehatan
Video dan foto orang-orang yang mengenakan masker di rumah sakit ramai dibagikan di media sosial, menggambarkan pemandangan yang tak asing.
Meski demikian, pemerintah pusat Tiongkok menyatakan bahwa wabah ini hanya merupakan fenomena tahunan biasa selama musim dingin.
Human Metapneumovirus (HMPV) adalah virus RNA untai tunggal dari keluarga Paramyxoviridae yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan.
Virus ini menyebar melalui droplet pernapasan, kontak langsung, atau benda yang terkontaminasi.
Baca Juga: UMK Purwakarta 2025 Naik 6,5%, Pekerja Soroti Ketimpangan dengan Karawang
Masa inkubasi HMPV adalah tiga hingga enam hari dengan gejala seperti batuk, demam, hidung tersumbat, hingga mengi atau suara napas seperti siulan.
HMPV biasanya menyebabkan gejala ringan seperti flu, batuk, tenggorokan kering serta diiringi panas biasa.
Namun, pada kelompok rentan seperti bayi, lansia, dan individu dengan imunitas rendah, HMPV dapat berkembang menjadi pneumonia atau bronkitis.
Salah satu tanda khas yang membedakan HMPV dari virus lainnya adalah bunyi mengi yang menyerupai asma.