PurwakartaOnline.com - Pada Kamis, 28 September 2023, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di rumah dinas Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan.
Penggeledahan yang berlangsung sekitar 12 jam ini merupakan bagian dari peningkatan status dugaan korupsi di Kementerian Pertanian ke tahap penyidikan.
Ali Fikri, Kepala Bagian Pemberitaan KPK, menyatakan bahwa sejumlah uang tunai, baik rupiah maupun mata uang asing, telah disita dalam proses penggeledahan.
Total nominalnya mencapai puluhan miliar rupiah.
Selain uang tunai, KPK juga menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen, termasuk catatan keuangan dan pemberian aset bernilai ekonomis terkait dengan perkara.
Namun, keterangan lebih lanjut tentang hasil penggeledahan dan pihak yang ditetapkan sebagai tersangka masih ditahan karena proses penyidikan dan pengumpulan alat bukti masih berlangsung.
Hal ini menimbulkan berbagai spekulasi dan pertanyaan dalam masyarakat.
Baca Juga: Respons NasDem atas Penggeledahan Menteri Pertanian SYL oleh KPK
Pandangan dari Partai NasDem
Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Taslim, memberikan tanggapan terhadap penggeledahan rumah dinas Menteri Pertanian, SYL.
Hermawi mengklarifikasi bahwa Partai NasDem akan menerima langkah KPK apabila proses hukum tersebut merupakan bagian dari proses hukum yang murni.
Namun, ia juga menyatakan bahwa SYL tidak mengetahui penggeledahan yang dilakukan oleh KPK karena pada saat itu SYL tengah menjalankan tugas kenegaraan resmi di Roma, Italia.
SYL dan Proyek KSST
Menariknya, sebelum kasus ini mencuat, Menteri Pertanian SYL baru saja melakukan pertemuan dengan Direktur Jenderal FAO, Qu Dongyu, di Roma, Italia, membahas proyek Selatan-Selatan dan Triangular (KSST).