PurwakartaOnline.com - Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), menggugah hati masyarakat dengan pesan yang sederhana namun penuh makna: tak menyia-nyiakan makanan, bahkan sebutir nasi sekalipun. Pemimpin Wilayah Perum BULOG Sulawesi Selatan dan Barat, M. Imron Rosidi, juga membenarkan imbauan ini sebagaimana yang diatur dalam ajaran agama.
"Segi agama pun diatur. Jadi kalau makan itu sebelum lapar makan. Lalu kalau makan harus habis," ujar Imron Rosidi, Senin (4/9/2023), di kantor BULOG Sulselbar, Makassar.
Imron Rosidi juga mengamati bahwa kebiasaan tidak menghabiskan makanan kerap terjadi di masyarakat, karena makan dilakukan sebelum waktunya.
Hal ini mengakibatkan banyak makanan tidak terkonsumsi sepenuhnya.
Sementara itu, sebagian masyarakat miskin masih berjuang mencari beras untuk menyediakan makanan.
Baca Juga: KPK Sita Uang Puluhan Miliar Saat Geledah Rumah Dinas Menteri Pertanian SYL!
Beras menjadi komoditas penting bagi masyarakat, terutama yang kurang mampu.
Masyarakat miskin antre mencari beras, sementara di sisi lain, makanan sering tidak habis terkonsumsi.
Mantan Gubernur Sulsel ini menyoroti bahwa setiap sebutir nasi memiliki makna besar dalam konteks kebutuhan nasional.
Mantan Gubernur Sulsel dua periode, SYL, juga mengampanyekan pesan ini saat berbicara di TalkShow Tani On Stage di Anjungan Pantai Losari, Kota Makassar (3/9/2023).
Ia memberikan ilustrasi menggugah: "Bayangkan kalau Indonesia punya penduduk 280 juta. Sekali makan pagi, semua sisakan sebutir nasi, berarti ada 280 juta nasi atau beras terbuang. Kalau dia 10 biji, kurang lebih dua miliar lebih. Kalau dia 100 biji, bayangkan itu."
SYL mengimbau agar masyarakat makan sesuai kebutuhan dan tidak membuang-buang makanan.
"Biasa kita sisakan itu. Ini artinya kita terlalu sombong. Ini makanan kan rahmat tuhan, rejeki dari Allah. Tidak boleh buang-buang," tegasnya.
Baca Juga: Sekjen Kementan Kasdi Subagyono Terseret Kasus Dugaan Korupsi Menteri Pertanian SYL