6 Ribu warga Papua Barat turun ke jalan, menuntut hukuman mati untuk pelaku penembakan 12 warga sipil!

photo author
Enjang Sugianto, Purwakarta Online
- Selasa, 28 Februari 2023 | 17:00 WIB
6 ribu warga Papua berunjuk rasa menuntut hukuman mati untuk pelaku penembakan 12 warga sipil (Selasa, 28/2/2023) (Twitter @sedangaktf)
6 ribu warga Papua berunjuk rasa menuntut hukuman mati untuk pelaku penembakan 12 warga sipil (Selasa, 28/2/2023) (Twitter @sedangaktf)

PURWAKARTA ONLINE - Akun twitter @Sedangaktf membagikan sebuah video unjuk rasa.

Sekitar 6 ribu warga Papua menuntut hukuman mati untuk pelaku penembakan 12 warga sipil.

"28/02/23. wamena,West Papua. Lebih dari enam ribu Rakyat Papua Barat di Wamena turun Jalan menuntut pelaku penembakan 12 warga sipil di Wamena Papua Barat harus di Hukum Mati," cuit @sedangaktf.

Baca Juga: Turunan Maut Gekbrong Cianjur Kembali Makan Korban, TABRAKAN BERUNTUN makan korban jiwa! 

Ia juga ngatakan jika tuntutan tidak dikabulkan, berpotensi munculnya konflik besar di 8 kabupaten dan di seluruh Papua.

"Kalau tidak konflik skala besar akan melebar di 8 kabupaten dan pada umumnya seluruh Papua. @kabak_riko," lanjutnya.

Netizen lain berkomentar, bertanya kenapa harus saling bunuh dan keapa tidak bisa berdamai.

Baca Juga: Bule Rusia keluyuran telanjang, pamer 'lato lato' di sepanjang jalan Ubud, Bali!

"Kenapa kita harus baku bunuh ?? Kenapa tidak bisa hidup dalam damai," komentar @boeloe27.

Sebelumnya pada tahun 2022 lalu, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua melakukan penyerangan terhadap warga sipil.

KKB menyerang 12 warga sipil, salah satunya seorang Pendeta atas nama Eliaser Baye hingga meninggal dunia.

Baca Juga: Mengenal Kampung Urug, Masyarakat Keturunan Prabu Siliwangi!

Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Musthofa Kamal mengatakan penyerangan dan penembakan KKB terhadap pendeta dan warga sipil terjadi di Kampung Nogolait, Kabupaten Nduga, Papua.

“Kejadian penyerangan terjadi pada hari Sabtu, 16 Juli, sekitar pukul 9.15 WIT di Kampung Nogolait Kabupaten Nduga,” kata Kamal dalam keterangan tertulisnya, Ahad, 17 Juli 2022.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Sumber: Twitter @sedangaktf

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X