Mengurai Polemik Panjang SMAN 10 Samarinda: Dari Sengketa Lahan hingga Kemenangan Hukum

photo author
Adi Mulyadi, Purwakarta Online
- Senin, 30 Juni 2025 | 07:05 WIB
Ilustrasi lembaga pendidikan. (Foto: Shutterstock)
Ilustrasi lembaga pendidikan. (Foto: Shutterstock)

“Anak-anak kami berhak mendapatkan tempat belajar yang layak dan pasti,” ujar Lela, salah satu wali murid.

Bagi banyak pihak, kepulangan SMAN 10 ke Kampus A bukan sekadar relokasi, melainkan simbol kemenangan atas ketidakadilan dan ketegasan dalam menjalankan hukum.

Penutup: Pendidikan Negeri Harus Dilindungi

Polemik panjang SMAN 10 Samarinda menjadi pelajaran penting: aset negara harus dijaga, dan pendidikan negeri tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan sepihak.

Negara harus hadir untuk melindungi hak belajar generasi muda.

Sekolah negeri seperti SMAN 10 adalah pilar masa depan.

Dan masa depan itu tidak boleh dibangun di atas konflik dan sengketa yang tidak jelas ujungnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Adi Mulyadi

Sumber: Dari berbagai sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X