Tagar #SaveRajaAmpat Menggema: Suara Rakyat dan Selebriti Jadi Satu

photo author
Adi Mulyadi, Purwakarta Online
- Selasa, 10 Juni 2025 | 12:05 WIB
Tambang nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya. SIAGA 98 minta KPK usut dugaan korupsi penerbitan izin tambang tersebut. (MEDIUSNEWS/Dok. Walhi)
Tambang nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya. SIAGA 98 minta KPK usut dugaan korupsi penerbitan izin tambang tersebut. (MEDIUSNEWS/Dok. Walhi)

Netizen pun ramai-ramai mengunggah foto dan video keindahan Raja Ampat.

Tujuannya satu: menunjukkan apa yang akan hilang jika eksploitasi tambang terus dibiarkan.

Baca Juga: Link 3 Menit yang Bikin Geger: Benarkah Itu Its Anggi?

#SaveRajaAmpat Jadi Tekanan Publik

Lebih dari sekadar tren, tagar ini berubah menjadi tekanan moral.

Netizen menyerukan pemerintah agar bertindak bijak.

Mereka meminta penghentian aktivitas tambang di wilayah Raja Ampat.

Warganet juga menyoroti pentingnya mendengarkan suara masyarakat adat Papua.

Banyak warga lokal yang menolak tambang karena takut kehilangan laut, hutan, dan budaya warisan leluhur.


Dunia Mulai Melihat

Tagar #SaveRajaAmpat kini bukan hanya milik Indonesia.

Akun-akun luar negeri pun mulai menyebarkan isu ini.

Dunia mulai memperhatikan.

Raja Ampat bukan sekadar destinasi.

Ia adalah surga bahari, rumah keanekaragaman hayati, dan simbol harmoni alam.

Jika suara rakyat diabaikan, maka kerusakan akan menjadi warisan bagi generasi mendatang.

Baca Juga: Ida Nur Hayati, Sekdes Kendalkemlagi Lamongan, Terseret Skandal Foto Mesra Bareng Kades

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Adi Mulyadi

Sumber: Dari berbagai sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X