Macan Mengaung! Purnawirawan TNI Gemparkan Istana, Tuntut Pemakzulan Gibran!

photo author
Dadan Hamdani, Purwakarta Online
- Minggu, 27 April 2025 | 19:42 WIB
Desakan Pemakzulan Gibran Rakabuming Raka dari Forum Purnawirawan TNI. (HukamaNews.com / Net)
Desakan Pemakzulan Gibran Rakabuming Raka dari Forum Purnawirawan TNI. (HukamaNews.com / Net)

PURWAKARTA ONLINE - Guncangan politik dahsyat mengguncang Istana Kepresidenan di tahun 2025.

Sebuah manuver politik mengejutkan datang dari Forum Purnawirawan TNI-Polri, yang secara terang-terangan menuntut Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI untuk memakzulkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Tuntutan ini, yang didukung oleh 332 purnawirawan, termasuk 103 jenderal, 73 laksamana, 65 marsekal, dan 91 kolonel, mengguncang stabilitas politik nasional.   

"Ini bukan sekadar aspirasi biasa, ini adalah panggilan dari hati nurani para purnawirawan yang merasa ada sesuatu yang tidak beres," ungkap seorang sumber internal yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga: TNI Bergerak! Purnawirawan TNI-Polri Usulkan Pemakzulan Gibran, Ini Respons Prabowo dan MPR soal Tuntutan Mencopot Gibran

Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, mantan Wakil Presiden dan Panglima ABRI, bahkan memberikan persetujuan dengan status 'mengetahui' dalam dokumen usulan tersebut.

Bersama Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, mereka menjadi simbol kekuatan di balik gerakan ini.

Presiden Prabowo Subianto, melalui Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Wiranto, menyatakan bahwa ia menghormati aspirasi tersebut.

Namun, Wiranto menekankan bahwa Presiden perlu mempelajari isi dari usulan tersebut secara mendalam, mengingat kompleksitas dan fundamentalnya masalah yang diangkat.   

Baca Juga: UMKM Kopi Serius Pangan Nusantara Go Global Berkat Dukungan BRI

"Presiden Prabowo memahami batasan kewenangan dalam sistem trias politika. Beliau akan mempelajari setiap detail dari usulan ini," ujar Wiranto dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, 24 April 2025.

Namun, reaksi keras datang dari Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh. Ia menilai usulan pemakzulan Gibran sebagai tindakan yang "kurang tepat".

"Meresolusi dengan memakzulkan menurut saya sebetulnya, izinkan saya harus menyatakan dengan segala penghormatan saya. Kurang tepat," kata Paloh kepada wartawan di Nasdem Tower, 26 April 2025.

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal (Hor) TNI (Purn) AM Hendropriyono, turut angkat bicara, memberikan pandangannya terkait dinamika politik yang berkembang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dadan Hamdani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X