Kades Kohod Klaim Jadi Korban Pemalsuan SHGB Pagar Laut di Tangerang: Apa yang Terjadi?

photo author
Reza Ainudin, Purwakarta Online
- Senin, 17 Februari 2025 | 13:35 WIB
Kepala Desa (Kades) Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Arsin bin Arsip (tengah) memberikan keterangan pers terkait kasus pemalsuan SHGB/SHM pagar laut di Tangerang, Jumat. ( ANTARA Foto/Azmi.)
Kepala Desa (Kades) Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Arsin bin Arsip (tengah) memberikan keterangan pers terkait kasus pemalsuan SHGB/SHM pagar laut di Tangerang, Jumat. ( ANTARA Foto/Azmi.)

PURWAKARTA ONLINE - Tangerang, Banten – Kepala Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Arsin bin Arsip, baru-baru ini mengklaim dirinya menjadi korban dalam kasus pemalsuan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) dan Sertifikat Hak Milik (SHM) di kawasan pagar laut yang terletak di perairan pesisir pantai utara Kabupaten Tangerang.

Kasus ini telah menarik perhatian publik setelah berbagai pihak terlibat dalam dugaan pemalsuan sertifikat tanah di kawasan yang memiliki panjang 30,16 kilometer tersebut.

Klarifikasi dari Kades Kohod

Dalam pernyataan pers yang disampaikan pada Jumat (14/2/2024), Arsin mengungkapkan bahwa dirinya terlibat dalam kasus ini karena kurangnya pengetahuan dan ketidakhatian-hatian dalam mengeluarkan surat kepemilikan tanah.

Baca Juga: United E-Motor Luncurkan Skutik Listrik Terbaru untuk Kurir dan Ojol di IIMS 2025

"Saya ingin sampaikan bahwa saya juga adalah korban dari perbuatan yang dilakukan oleh pihak lain," ungkap Arsin dalam video klarifikasinya.

Ia menegaskan bahwa kasus ini terjadi karena kekurangannya dalam memahami prosedur penerbitan sertifikat tanah yang akhirnya muncul sertifikat SHGB dan SHM tersebut.

Arsin juga menekankan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi dirinya dan perangkat desa Kohod untuk lebih berhati-hati dalam memberikan pelayanan publik.

"Evaluasi akan dilakukan agar hal-hal buruk dalam pelayanan Desa Kohod di kemudian hari tidak terulang lagi," tambahnya.

Permohonan Maaf untuk Warga Desa Kohod

Selain klarifikasi, Arsin juga menyampaikan permohonan maaf secara pribadi dan sebagai Kepala Desa kepada warga Desa Kohod dan masyarakat Indonesia atas kegaduhan yang terjadi akibat kasus ini.

Baca Juga: Mental Baja! Bojan Hodak Sanjung Mentalitas Pemainya

"Saya Arsin, baik secara pribadi maupun jabatan saya sebagai kepala desa, atas kegaduhan di Desa Kohod. Pada kesempatan ini, dengan kerendahan hati saya ingin menyampaikan permohonan maaf," ucapnya.

Desakan dari Pihak Ketiga

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Reza Ainudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X