PDIP Pecat Jokowi, Gibran, dan Bobby: Kisah Tragis Tiga Tokoh Keluarga yang Berakhir di Luar Partai Banteng

photo author
Dadan Hamdani, Purwakarta Online
- Kamis, 19 Desember 2024 | 07:05 WIB
Potret Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi) yang dipecat PDIP hingga diajak partai lain untuk bergabung. Simak ulasan selengkapnya (Instagram.com/@jokowi)
Potret Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi) yang dipecat PDIP hingga diajak partai lain untuk bergabung. Simak ulasan selengkapnya (Instagram.com/@jokowi)

PURWAKARTA ONLINE - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membuat keputusan mengejutkan dengan memecat Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), beserta dua anggota keluarganya, Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution, dari keanggotaan partai.

Keputusan ini diumumkan oleh DPP PDIP pada Senin, 16 Desember 2024, dan langsung menarik perhatian publik.

Menurut SK resmi yang diterbitkan PDIP, Jokowi, Gibran, dan Bobby dinyatakan melanggar Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai serta kode etik yang berlaku.

Salah satu poin pelanggaran Jokowi adalah dukungannya terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden dari Koalisi Indonesia Maju pada Pemilu 2024, yang bertentangan dengan keputusan PDIP mendukung Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

Baca Juga: Drama Mary Jane Veloso: Dari Hukuman Mati Hingga Pulang Kampung ke Filipina

Gibran Rakabuming, yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden RI, juga dianggap melanggar aturan partai karena menjadi cawapres dari partai lain.

Sementara itu, Bobby Nasution mencalonkan diri sebagai gubernur dalam Pilkada 2024 melalui partai politik lain.

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, memandang tindakan ini sebagai pengkhianatan terhadap garis perjuangan partai.

"Menimbang bahwa tindakan ini telah merusak sistem demokrasi, sistem hukum, dan moral etika berbangsa dan bernegara," demikian bunyi salah satu pertimbangan dalam SK pemecatan Jokowi.

Baca Juga: Tahapan dan Jadwal Pencairan Bansos PKH 2024

Keputusan ini mencerminkan sikap tegas PDIP dalam menjaga disiplin dan loyalitas kadernya.

Namun, publik mempertanyakan dampak dari langkah drastis ini terhadap dinamika politik nasional, mengingat Jokowi adalah presiden yang telah dua kali terpilih dengan dukungan besar dari PDIP.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dadan Hamdani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X