Rupiah Melemah Tajam, Pasar Waspada Kebijakan Fed dan Harapan Stimulus China

photo author
Adi Mulyadi, Purwakarta Online
- Kamis, 14 November 2024 | 21:00 WIB
Ilustrasi rupiah - rupiah melemah (Pixabay)
Ilustrasi rupiah - rupiah melemah (Pixabay)

PURWAKARTA ONLINE - Nilai tukar rupiah mengalami tekanan besar pada perdagangan Kamis (14/11).

Nilainya ditutup di level Rp 15.862 per dolar AS.

Penurunan ini sebesar 0,49% dari perdagangan sebelumnya di Rp 15.784 per dolar AS.

Pelemahan ini juga tercermin pada kurs Jisdor, yang turun 0,58% menjadi Rp 15.873 per dolar AS.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, mengungkapkan bahwa pelemahan ini tidak hanya dialami rupiah, tetapi juga mata uang lain di Asia.

Penyebab utamanya adalah kekhawatiran global terhadap kebijakan Federal Reserve (Fed) AS yang mungkin mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lama.

Baca Juga: Amarah Bojan Hodak di Locker Room, Saat Lawan Lion City Sailors

Inflasi AS Picu Kekhawatiran Pasar

Inflasi AS yang masih tinggi memicu kecemasan di pasar.

Josua mengatakan, pelaku pasar global khawatir bahwa Fed akan menerapkan kebijakan suku bunga tinggi hingga 2025 untuk meredam inflasi yang sulit dikendalikan.

Menurut Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuabi, data inflasi AS bulan Oktober memang sesuai ekspektasi.

Namun, inflasi masih cukup kuat, sehingga menambah ketidakpastian terkait kemungkinan pemotongan suku bunga Fed pada Desember mendatang.

Baca Juga: Mees Hilgers Absen di Timnas Indonesia karena Cedera, Minta Maaf pada Suporter

Potensi Dampak dari Kebijakan Trump

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Adi Mulyadi

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X