PURWAKARTA ONLINE - Nilai tukar rupiah mengalami tekanan besar pada perdagangan Kamis (14/11).
Nilainya ditutup di level Rp 15.862 per dolar AS.
Penurunan ini sebesar 0,49% dari perdagangan sebelumnya di Rp 15.784 per dolar AS.
Pelemahan ini juga tercermin pada kurs Jisdor, yang turun 0,58% menjadi Rp 15.873 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, mengungkapkan bahwa pelemahan ini tidak hanya dialami rupiah, tetapi juga mata uang lain di Asia.
Penyebab utamanya adalah kekhawatiran global terhadap kebijakan Federal Reserve (Fed) AS yang mungkin mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lama.
Baca Juga: Amarah Bojan Hodak di Locker Room, Saat Lawan Lion City Sailors
Inflasi AS Picu Kekhawatiran Pasar
Inflasi AS yang masih tinggi memicu kecemasan di pasar.
Josua mengatakan, pelaku pasar global khawatir bahwa Fed akan menerapkan kebijakan suku bunga tinggi hingga 2025 untuk meredam inflasi yang sulit dikendalikan.
Menurut Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuabi, data inflasi AS bulan Oktober memang sesuai ekspektasi.
Namun, inflasi masih cukup kuat, sehingga menambah ketidakpastian terkait kemungkinan pemotongan suku bunga Fed pada Desember mendatang.
Baca Juga: Mees Hilgers Absen di Timnas Indonesia karena Cedera, Minta Maaf pada Suporter
Potensi Dampak dari Kebijakan Trump
Artikel Terkait
Shin Tae-yong Puji Timnas Jepang, Sebut yang Terbaik di Asia
Mees Hilgers Absen di Timnas Indonesia karena Cedera, Minta Maaf pada Suporter
Trending di X, Ungkap Siapa Mesty Ariotedjo yang Jadi Perbincangan
Mesty Ariotedjo Trending di XSosok Dokter, Pengusaha, dan Musisi yang Menginspirasi
Trending di X, Tengok Mesty Ariotedjo Dokter Muda yang Kini Jadi Sorotan Publik
Kevin Diks, Bintang Timnas Indonesia dengan Tato Keluarga dan Peta Pulau Ambon
Pelatih PERSIB, Bojan Hodak, Memberikan Apresiasi Atas Pemanggilan Tiga Pemain Mudanya Ke Timnas
Persiapan PERSIB Jelang Laga Melawan Borneo FC: Fokus Latihan, Tanpa Uji Coba
Amarah Bojan Hodak di Locker Room, Saat Lawan Lion City Sailors
Rupiah Melemah di Tengah Kekhawatiran Inflasi AS, Pasar Tunggu Langkah Fed dan PBoC