Rupiah Melemah di Tengah Kekhawatiran Inflasi AS, Pasar Tunggu Langkah Fed dan PBoC

photo author
Adi Mulyadi, Purwakarta Online
- Kamis, 14 November 2024 | 20:28 WIB
Rupiah kembali melemah (Foto: freepik.com/wirestock)
Rupiah kembali melemah (Foto: freepik.com/wirestock)

PURWAKARTA ONLINE - Nilai tukar rupiah melemah signifikan pada perdagangan Kamis (14/11).

Rupiah ditutup pada Rp 15.862 per dolar AS, turun 0,49% dari hari sebelumnya yang berada di Rp 15.784 per dolar AS. Sementara, kurs Jisdor juga melemah 0,58% ke Rp 15.873 per dolar AS.

Penurunan nilai tukar ini sejalan dengan pelemahan mata uang Asia lainnya terhadap dolar AS.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menyebutkan bahwa pelemahan rupiah didorong oleh kekhawatiran global terkait arah kebijakan Federal Reserve (Fed).

Baca Juga: Trending di X, Tengok Mesty Ariotedjo Dokter Muda yang Kini Jadi Sorotan Publik

Inflasi AS yang Masih Tinggi Jadi Penyebab

Menurut Josua, kekhawatiran investor meningkat karena kebijakan Fed yang mungkin mengarah pada suku bunga tinggi dalam jangka panjang hingga 2025.

Inflasi AS yang masih cukup tinggi di bulan Oktober memunculkan kekhawatiran terkait progres disinflasi yang lambat.

Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuabi, menyatakan bahwa tanda-tanda inflasi AS yang kuat memicu ketidakpastian terhadap pemotongan suku bunga.

Meskipun data inflasi konsumen AS sesuai ekspektasi, inflasi tetap kuat.

Baca Juga: Kevin Diks, Bintang Timnas Indonesia dengan Tato Keluarga dan Peta Pulau Ambon

Ekspektasi Pasar Terhadap Kebijakan Fed

Ibrahim menyebutkan bahwa data inflasi tersebut memicu spekulasi terkait kemungkinan pemotongan suku bunga oleh Fed pada Desember.

Namun, prospek suku bunga jangka panjang menjadi lebih tidak pasti, terutama jika kebijakan yang mendorong inflasi diterapkan kembali di bawah kepemimpinan Donald Trump jika ia terpilih pada 2024.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Adi Mulyadi

Sumber: Berbagi Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X