Baca Juga: Ratu Qori Speak Up! Bongkar Modus Oknum Habib Rifky Alaydrus
Bernadya bukan satu-satunya perempuan yang menjadi korban, tapi dia salah satu dari banyak perempuan yang harus menelan pil pahit akibat komentar jahat yang mencerminkan buruknya literasi digital di kalangan warganet.
Fokus netizen yang lebih kepada bentuk tubuh ketimbang prestasi atau isi konten membuat Bernadya meradang.
Banyak warganet yang gagal fokus dan justru meninggalkan jejak-jejak komentar yang bernada melecehkan.
Ini merupakan fenomena yang sering terjadi di media sosial, di mana perempuan sering kali menjadi sasaran body shaming dan pelecehan seksual verbal.
Baca Juga: Habib Rifky Alaydrus Dituduh Tiduri Wanita Bersuami, Ratu Qori Speak Up!
Meski Bernadya sudah mencoba bersikap terbuka dan berbicara tentang pelecehan yang ia terima, sayangnya banyak yang tetap mengabaikan dampak buruk dari komentar-komentar tersebut.
Bernadya menekankan pentingnya berpikir sebelum meninggalkan komentar di media sosial, "Seseorang seharusnya bisa berpikir terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu, salah satunya komentar di media sosial."
Kasus Bernadya membuka mata banyak pihak tentang betapa rentannya perempuan di media sosial terhadap kekerasan berbasis gender.
Meski sudah banyak upaya dilakukan, nyatanya tantangan untuk menciptakan ruang digital yang aman bagi semua orang masih jauh dari kata selesai.
Baca Juga: PERSIB Siap Tanggung Biaya Pengobatan Korban, Apa Langkah Selanjutnya?
Kini, Bernadya mungkin sedang belajar menerima bahwa tak semua orang di dunia maya akan menghargainya sebagaimana mestinya.
Namun, kasus ini mengingatkan kita semua bahwa perlunya etika dalam berkomentar dan pentingnya melawan kekerasan berbasis gender, baik di dunia nyata maupun maya.
Bernadya mungkin hanya ingin berbagi kebahagiaan sederhana dari perjalanan ke kampung halamannya, tapi apa yang ia terima malah pelecehan.
Kasus ini mengingatkan kita bahwa KBGO adalah masalah nyata yang harus segera diatasi.
Artikel Terkait
Insiden Pasca Pertandingan PERSIB vs Persija: 21 Korban Luka dan Respons PERSIB
PERSIB Hadapi Madura United FC di Liga 1 2024/25: Bobotoh Di Himbau Tidak Ikut Away
Persib vs Madura United: Pertarungan Seru di Liga 1 2024/25 yang Sayang untuk Dilewatkan
Pemberitahuan Penting untuk Bobotoh: Larangan Kehadiran di Laga Away PERSIB
PERSIB Mengecam Penyerangan Brutal Terhadap Steward: Dukungan untuk Penegakan Hukum
Jenguk Korban, PERSIB Pastikan Tanggung Semua Biaya Pengobatan
Persaingan Memanas di Kursi Wapres, Gibran Vs Puan Maharani! Siapa yang Akan Dipilih?
Kontroversi Puan Maharani, Namanya Disebut Bakal Diusulkan Jadi Wapres Gantikan Gibran
Benarkah Ada Tawaran! Puan Maharani Gantikan Gibran Sebagai Wapres?
Puan Maharani Diusulkan Jadi Wakil Presiden Gantikan Gibran, Begini Tanggapan Prabowo Subianto dan PDIP