Purwokarta Online – Dr. Telogo Wismo Agung Durmanto, yang akrab dipanggil dr. TW, terpilih sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jawa Tengah periode 2024-2027. Pemilihan ini berlangsung dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) IDI Jawa Tengah, yang dilaksanakan pada 2-3 Maret 2024, di Ruang Arahiwang, Komplek Setda Kabupaten Purworejo. Dr.TW menggantikan dr. Djoko Handojo, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua IDI Jawa Tengah.
Muswil tersebut juga memutuskan dr. Djoko Handojo sebagai Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI Jawa Tengah secara aklamasi. Pemilihan kedua tersebut dilakukan melalui musyawarah mufakat dan disetujui oleh utusan dari 20 Cabang IDI se-Jawa Tengah, yang berjumlah 34 cabang.
Pendidikan dan Pelatihan untuk Dokter Muda
Dalam pidato usai terpilih, dr. TW mengungkapkan komitmennya untuk memfasilitasi pelatihan bagi dokter muda. Ia menekankan pentingnya memberikan ruang bagi para dokter muda untuk mengembangkan keterampilan praktik mereka. “Salah satu visi saya memastikan pelatihan yang memadai bagi dokter muda, agar mereka siap berpraktek dengan kompetensi yang tinggi,” ujar dr. DUA.
Pembelaan Kewenangan IDI
Dr.TW juga menyoroti soal perubahan yang diatur dalam UU Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023. Ia menegaskan bahwa kewenangan IDI dalam memberikan rekomendasi praktik dokter yang selama ini dijalankan, kini terganggu dengan regulasi baru tersebut. “Kami tidak hanya berbicara soal untung atau rugi, tetapi tentang kewenangan kami untuk memberikan rekomendasi. Rekomendasi ini sangat krusial untuk memastikan dokter yang berpraktik adalah dokter yang kompeten,” lanjutnya.
Untuk itu, dr. TW menyatakan bahwa IDI akan mengajukan uji materiil terhadap UU Kesehatan di Konstitusi Mahkamah. Ia berharap langkah tersebut dapat mengembalikan otoritas IDI dalam memberikan rekomendasi praktik dokter.
Etika Kedokteran yang Harus Dijaga
Sementara itu, dr. Djoko Handojo yang terpilih sebagai Ketua MKEK, menegaskan pentingnya menjaga etika kedokteran. “Etika kedokteran sangat penting untuk menjaga kualitas pelayanan kesehatan. MKEK akan terus mendampingi dokter agar tetap mematuhi kode etik yang telah menjadi pedoman kami,” ujar dr. Djoko.
IDI Jawa Tengah memiliki sekitar 20.000 anggota yang tersebar di 34 cabang di seluruh wilayah. Organisasi ini berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dokter di Jawa Tengah, baik dari segi profesionalisme, etika, maupun kompetensinya.
Sebagai organisasi profesi kedokteran terbesar di Indonesia, IDI berperan penting dalam menciptakan dokter yang beretika, mandiri, dan profesional. Selain itu, IDI juga aktif mendorong penelitian dan inovasi dalam dunia kedokteran untuk mendukung kemajuan sistem kesehatan Indonesia.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai IDI Jawa Tengah, pengumuman kegiatan, dan jurnal ilmiah terbaru, kunjungi situs resmi mereka di idijawatengah.org.
Visi dan Misi IDI Jawa Tengah
Visi IDI adalah mewujudkan dokter Indonesia yang beretika, mandiri, profesional, dan menjunjung tinggi kesejawatan. Misi utama IDI adalah meningkatkan nilai etik dan kolegialitas dokter, serta mewujudkan dokter yang tangguh, sejahtera, dan berkompeten di bidangnya.***