- Udara (aerosol), terutama di daerah beriklim lembab
- Benda tercemar (alat, kendaraan, sepatu)
- Pakan dan air yang terkontaminasi
Gejala pada sapi meliputi demam, lesi di mulut dan kaki, hipersalivasi, pincang, dan penurunan produksi susu. Meskipun jarang menyebabkan kematian pada hewan dewasa, dampaknya terhadap ekonomi peternakan sangat besar.
4. Strategi Pencegahan dan Pengendalian
4.1 Vaksinasi Terprogram
- Vaksin harus sesuai serotipe yang beredar di wilayah tersebut.
- Imunisasi ulang diperlukan karena kekebalan hanya bertahan 4–6 bulan.
4.2 Biosekuriti
- Pembatasan lalu lintas hewan dan kendaraan ke dan dari peternakan.
- Desinfeksi alat, kandang, dan pakaian.
- Karantina hewan baru minimal 14 hari.
4.3 Pelaporan dan Pemusnahan
- Deteksi dini dan pelaporan cepat ke dinas terkait.
- Pemusnahan hewan positif di daerah wabah berat (stamping-out policy).
Artikel Terkait
Sejarah Sapi: Dari Aurochs Liar Menjadi Hewan Ternak Andalan Manusia
Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) pada Sapi: Ancaman Global dan Inovasi Terkini dalam Pengendalian