Ibunda Korban Terkejut dan Merasa Dikhianati
Ibunda Dea, Yuli Ismawati (55), tak menyangka pelaku adalah orang dekat keluarga.
“Dia orang yang paling histeris saat kejadian, seolah paling kehilangan. Padahal keluarga sudah banyak membantu hidupnya,” ujar Yuli dengan suara berat.
Baca Juga: Masalah Royalti Kini Dalam Puncaknya Gratiskan Semua lagu Tompi Putuskan Keluar Dari WAMI
Yuli mengaku selama ini tidak pernah mendengar masalah antara anaknya dan Ade.
“Hubungan mereka baik-baik saja. Anakku itu orangnya baik, semua orang dianggapnya juga baik,” tambahnya.
Riwayat Teror Sebelum Pembunuhan
Fakta lain yang mencuat, Dea rupanya telah menerima ancaman pembunuhan sejak Mei 2025.
Pesan singkat berisi teror bahkan dibarengi aksi pengintaian oleh dua hingga tiga orang bermasker di sekitar rumahnya.
Ancaman itu diduga terkait masa lalu Dea saat bekerja sebagai HRD di sebuah perusahaan swasta di Purwakarta.
Ia pernah membantu seseorang mendapatkan pekerjaan, namun kemudian diminta menjauhi orang tersebut.
“Rumahnya pernah dilempari cat, bahkan orang yang mengancam pernah masuk ke rumah,” ungkap ayah korban, Sukarno (65).
Polisi Bantah Isu Laporan Tak Ditanggapi
Menanggapi isu bahwa laporan ancaman pembunuhan Dea tidak direspons Polsek Jatiluhur, AKP Enjang Sukandi menegaskan tidak ada laporan resmi yang masuk.