Pesantren Cipulus Purwakarta: Tradisi Pasaran Tijan dan Taqrib yang Menarik, Diikuti 2000 Santri Jawa Barat!

photo author
Enjang Sugianto, Purwakarta Online
- Sabtu, 6 Mei 2023 | 11:14 WIB
KH Hasbillah Hadami menggantikan Abah Cipulus, KH Adang Badruddin memimpin Pasaran di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah Cipulus Wanayasa Kabupaten Purwakarta. (Dok. Ponpes Al-Hikamussalafiyah )
KH Hasbillah Hadami menggantikan Abah Cipulus, KH Adang Badruddin memimpin Pasaran di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah Cipulus Wanayasa Kabupaten Purwakarta. (Dok. Ponpes Al-Hikamussalafiyah )

PURWAKARTA ONLINE - Pesantren Cipulus Purwakarta memiliki tradisi pasaran di bulan Syawal yang sudah berlangsung sejak tahun 70-an. 

Kegiatan pengajian pasaran ini diikuti oleh sekitar 2000 santri dari berbagai daerah, terutama Jawa Barat.

Pesantren yang identik dengan almaghfurlah KH Adang Badruddin (Abah Adang) ini mengkaji kitab Tijan Ad-Darary (fan tauhid) dan Taqrib (fan fiqih).

Tradisi pasaran ini dimulai sekitar tahun 1972-1974 dan Ponpes Al-Hikamussalafiyah konsisten melaksanakan pasaran dua kitab itu selama 10 hari pada bulan Syawal hingga akhir hayatnya Abah Cipulus.

Peserta pasaran dari tahun ke tahun semakin meningkat, dari awalnya belasan orang menjadi ribuan peserta.

Setelah Abah Adang meninggal dunia pada tahun lalu, putra-putrinya melanjutkan amanah sebagai pelanjut pendidikan keagamaan dan melanjutkan tradisi pasaran Syawal. 

Baca Juga: Syi'iran Abah Cipulus jadi Materi Lomba Hari Santri Nasional 2022 di Purwakarta

Peserta pasaran Syawal tahun ini setidaknya diikuti oleh 2000 santri yang terdiri dari 1500 santri dari pesantren luar dan sisanya santri Cipulus.

Pesantren Cipulus Purwakarta memiliki kebiasaan meliburkan santri sejak tanggal 25 Ramadhan sampai 15 Syawal. 

Meskipun demikian, pada saat liburan Hari Raya Idul Fitri itu, ada saja santri yang menetap di pesantren dan mengikuti kegiatan pengajian pasaran.

Dalam kegiatan pengajian pasaran ini, para santri diajarkan untuk mengkaji kitab Tijan Ad-Darary (fan tauhid) dan Taqrib (fan fiqih). 

Kegiatan ini bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman agama dan pengetahuan para santri. 

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika peserta pasaran dari tahun ke tahun semakin bertambah.

Baca Juga: Syair NU Karya Abah Cipulus, KH Adang Badruddin Pimpinan Ponpes Al-Hikamussalafiyah Purwakarta!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X