PURWAKARTA ONLINE – Operasi tangkap tangan (OTT KPK) yang menyeret Bupati Kolaka Timur, Abdul Azis, mengungkap skema suap terkait proyek peningkatan fasilitas RSUD Kolaka Timur.
Dalam perkara ini, KPK menyebut Abdul Azis, Ageng Dermanto (AGD), dan Andi Lukman Hakim (ALH) sebagai pihak penerima suap. Sementara Deddy Karnady (DK) dan Arif Rahman (AR) adalah pihak pemberi.
“Para tersangka kami jerat dengan pasal berbeda sesuai perannya,” ungkap Plt. Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu.
DK dan AR diduga melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
Baca Juga: Jakmania dan Bobotoh Harus Sabar, Jadwal Persib vs Persija Tak Ada di 2025
Sedangkan ABZ, AGD, dan ALH diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12B UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
Operasi ini berlangsung di tiga wilayah sekaligus: Jakarta, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan.
Dari total 12 orang yang diamankan, hanya lima yang ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan di Rutan KPK.
KPK menegaskan, penyidikan akan terus berjalan untuk menelusuri pihak lain yang mungkin terlibat.
Baca Juga: Blak-blakan! Tom Lembong Ungkap Detik-detik Dijadikan Tersangka
Kasus ini menambah daftar panjang kepala daerah yang terjerat korupsi proyek infrastruktur kesehatan.***
Artikel Terkait
Blak-blakan! Tom Lembong Ungkap Detik-detik Dijadikan Tersangka
Biaya Servis dan Perawatan Mobil Matic vs Manual, Iritan Mana?
Surya Paloh Tegaskan Dukungan NasDem ke Prabowo: Bukan Lip Service, Tapi Totalitas!
Surya Paloh: Prabowo Paham Kompleksitas Bangsa, NasDem Siap Bersinergi
Serum Vitamin C vs Suplemen Kolagen, Mana Lebih Ampuh Cerahkan Kulit?
Serum atau Suplemen? Perbandingan Vitamin C dan Kolagen untuk Sehatkan Kulit
Jakmania dan Bobotoh Harus Sabar, Jadwal Persib vs Persija Tak Ada di 2025
Gaya Komunikasi Soekarno Dalam Perjuangan Kemerdekaan
BRI Perkuat Inklusi Keuangan Lewat AgenBRILink Podomoro Jaya di Jantung Pertanian Gowa
AgenBRILink Podomoro Jaya Gowa, Kunci Inklusi Keuangan Petani hingga Transaksi Miliaran