PURWAKARTA ONLINE – Aksi mogok sopir truk sebagai bentuk protes terhadap aturan ODOL (Over Dimension Over Load) berdampak besar bagi petani sayuran di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Puluhan ton sayuran gagal dikirim ke pasar, membuat petani merugi dan stok sayur menumpuk hingga membusuk.
Juragan sayur asal Lembang, Widi, mengungkapkan bahwa truk-truk pengangkut sayur tidak bisa masuk ke wilayah Lembang karena tertahan aksi unjuk rasa sopir.
“Dampaknya truk pengangkut sayuran gagal kirim ke pasar di wilayah Jabodetabek. Jadi jelas rugi,” ujarnya, Jumat (20/6/2025).
Menurutnya, dalam satu kali pengiriman biasanya truk bisa mengangkut antara 3 hingga 5 ton sayuran.
Dalam sehari, total pengiriman dari wilayah Lembang bisa mencapai 50 ton.
Baca Juga: Pergerakan Tanah di Pasirmunjul Purwakarta Belum Reda, 86 KK Terdampak Sudah Dapat Bantuan Kontrakan
“Itu baru dari Lembang, belum daerah lain. Bisa dibayangkan kerugian yang ditanggung para petani,” katanya.
Kerugian tak hanya soal distribusi, namun juga soal kualitas hasil pertanian.
Banyak sayuran yang akhirnya busuk karena terlalu lama tersimpan.
Ditambah lagi cuaca ekstrem yang belakangan ini terjadi, turut memengaruhi hasil panen.
“Cuaca tidak menentu. Sayur sudah rusak di kebun, belum sempat dikirim sudah layu atau busuk. Saat sampai pasar, otomatis harganya naik karena stok berkurang,” ungkap Widi.
Sejumlah sopir truk bahkan sempat mencoba ‘kucing-kucingan’ untuk tetap bisa mengantar sayur.
Namun, mereka takut ditindak saat perjalanan.