Namun, dalam beberapa tahun belakangan, sistemnya mulai kacau.
"Total korban ada 802 peserta.
Untuk arisan, kami temukan 44 grup WhatsApp yang kami selidiki.
Setiap grup berisi 10 sampai 100 orang," ungkapnya.
Parahnya lagi, sebagian besar peserta arisan tersebut ternyata fiktif.
Pelaku sengaja menciptakan nama-nama palsu untuk memutar uang para peserta asli.
"Awalnya memang berjalan lancar. Tapi lama-lama, uang korban hanya diputar-putar tanpa kegiatan produktif," tambah Arwin.
Baca Juga: Link Video Bidan Rita Viral: Apa yang Membuatnya Heboh di Media Sosial?
Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti.
Antara lain, buku catatan arisan, ponsel, dan dokumen transaksi keuangan.
Saat ini, AR sudah diamankan di Mapolres Purwakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi juga membuka posko pengaduan untuk para korban.
"Silakan bagi masyarakat yang merasa menjadi korban untuk melapor.
Kasus ini masih kami dalami, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain," tegas Arwin.
Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap tawaran investasi yang tidak jelas.***
Artikel Terkait
Rapat Pleno PC GP Ansor Purwakarta Bahas Restrukturisasi di Ponpes Cireok
Moch. Deden Rohmatur Raudhoh Jadi Ketua Baru PC GP Ansor Purwakarta Melalui Rapat Pleno
Deden Raudhoh Resmi Jadi Ketua PC GP Ansor Purwakarta Gantikan Cep Muhamad
Profil Deden Raudhoh, Ketua Baru PC GP Ansor Purwakarta
Rapat Koordinasi dan Halal Bihalal Pendaming Desa Kabupaten Purwakarta: Manajemen Pengelolaan dan Evaluasi Kegiatan TPP
4 Top Isu Purwakarta Online: Ansor, Bidan Rita, Lisa Mariana, hingga Bu Guru Salsa
VIRAL! Bupati Purwakarta Nonaktifkan DEDI MULYADI, Gara-gara Urusan Baju Lebaran!
POPT Disbun Jabar Tinjau Serangan Hama di Kebun Teh Rakyat Purwakarta, Solusi Segera Diberikan
Arisan Tipu-tipu di Purwakarta! 802 Korban Rugi Rp1 Miliar, Warga Gerebek Pelaku
44 Grup WhatsApp dan 3 Modus Penipuan: Skandal Arisan Purwakarta Rp1 M Terkuak