China Pacu Konsumsi Domestik & Produksi Industri, Bisakah Capai Target Pertumbuhan 5% di 2025?
PURWAKARTA ONLINE - Di tengah meningkatnya tensi perdagangan dengan AS, pemerintah China berupaya keras mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi dengan mengandalkan konsumsi domestik dan produksi industri.
Namun, dengan tarif AS-China yang melonjak hingga 145%, apakah Beijing masih bisa mencapai target pertumbuhan 5% di 2025?
Konsumsi Domestik Jadi Penopang Utama
Data terbaru menunjukkan retail sales China naik 6% yoy pada Maret 2025, mengindikasikan pemulihan permintaan dalam negeri.
Pemerintah telah menjadikan peningkatan konsumsi sebagai prioritas utama tahun ini, antara lain melalui:
- Insentif belanja untuk produk elektronik & otomotif.
- Bantuan tunai kepada rumah tangga berpenghasilan rendah.
- Perluasan program subsidi untuk sektor jasa.
Strategi ini diharapkan bisa mengimbangi pelemahan ekspor akibat perang dagang.
Baca Juga: Game Bisnis Online Gratis untuk Anak, Solusi Nyata Ajarkan Investasi dan Mindset Kaya Sejak Dini!
Produksi Industri Tumbuh, Tapi Ekspor Terancam
Sektor manufaktur China juga menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan output industri 7,7% yoy di Maret.
Namun, kenaikan tarif Trump menjadi 145% untuk produk China berpotensi memukul kinerja ekspor.