Kini, koperasi ini memiliki dua unit utama:
1. Bidang Wisata, yang mengelola kawasan wisata Ujung Aspal, bagian dari Pasir Langlang Panyawangan.
2. Bidang Pertanian (Kopi), yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat desa sekitar hutan.
Dengan ditandatanganinya PKS ini, diharapkan pengelolaan wisata dan pertanian kopi di wilayah hutan bisa lebih profesional, berkelanjutan, dan menguntungkan semua pihak. Tidak hanya bagi koperasi dan Perhutani, tetapi juga masyarakat sekitar yang tergabung dalam 4 KTH; KTH Tani Mulya, KTH Giri Mulya, KTH Pusaka Tani dan KTH Wisata.
Kerja sama ini juga membuka peluang besar bagi Ujung Aspal untuk terus berkembang sebagai destinasi wisata alam unggulan di Kabupaten Purwakarta, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor kopi rakyat.***
Artikel Terkait
Arifin, Direktur Bumdes Ciracas: Ayam Petelur Butuh Air Bagus dan Pasar yang Stabil
BUMDes Mustika Ibu Desa Ciracas Realisasikan Ketahanan Pangan dari Dana Desa 2025
Pullet: Ayam Betina Muda yang Siap Bertelur, Jadi Fokus Utama Bumdes Ciracas
PBNU Bangun Dapur Makan Gratis di Pesantren Cipulus Purwakarta, Gus Yahya: Demi Gizi Santri!
Target PBNU: Bangun 1.000 Dapur MBG di Lingkungan NU, Dimulai dari Pesantren Cipulus Purwakarta
Ditanya Soal Cincin Setelah Ulang Tahun Moana, Begini Jawaban Ria Ricis Soal Sosok Pemberi Hadiah
Cincin Misterius Ria Ricis Jadi Sorotan Publik! Bungkam Soal Hubungan dengan Evan DC Jadi Penasaran
Kumora Cookies: Dari Proyek Mahasiswa Jadi UMKM Sukses Berkat Rumah BUMN BRI Jakarta Pusat
Kedekatan Evan Dc dan Ria Ricis Jadi Sorotan Usai Pesta Ultah Moana, Ria Ricis Akui Ini!
4 Miliar Bukan Main! Shandy Purnamasari Terseret Kasus Nikita Mirzani di Persidangan Reza Gladys