BRI Salurkan KUR Rp54,9 Triliun ke UMKM hingga April 2025, Dukung Asta Cita Pemerintah

photo author
Enjang Sugianto, Purwakarta Online
- Selasa, 3 Juni 2025 | 17:25 WIB
BRI salurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp54,9 triliun ke UMKM hingga April 2025, wujud nyata Asta Cita Pemerintah. (Foto: Bank BRI)
BRI salurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp54,9 triliun ke UMKM hingga April 2025, wujud nyata Asta Cita Pemerintah. (Foto: Bank BRI)

PURWAKARTA ONLINE – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Hingga April 2025, BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp54,9 triliun kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Jumlah tersebut setara dengan 31,38 persen dari total alokasi KUR tahun 2025 yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp175 triliun. Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya BRI dalam mendukung implementasi Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam hal pemerataan ekonomi dan pemberdayaan sektor usaha kecil.

Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menjelaskan bahwa penyaluran KUR oleh BRI bertujuan untuk memperluas akses pembiayaan yang inklusif dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Komitmen dalam menyalurkan KUR kami harapkan dapat menciptakan multiplier effect yang signifikan dalam mendorong kemandirian usaha, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Agustya.

Sepanjang empat bulan pertama tahun 2025, sebanyak 1,25 juta pelaku UMKM telah menerima manfaat dari program KUR BRI. Menariknya, lebih dari separuh dana KUR yang disalurkan—yakni sekitar 62,83 persen—difokuskan untuk sektor produksi.

Sektor pertanian menjadi penerima manfaat terbesar dengan total penyaluran mencapai Rp23,77 triliun atau sekitar 43,28 persen dari total KUR. Hal ini sejalan dengan fokus pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan sektor strategis penopang ekonomi.

Baca Juga: Kinerja UMKM Terus Tumbuh di Q1-2025, BRI Catat Optimisme Meski Hadapi Tantangan Ekonomi

Dari sisi pengelolaan risiko, BRI mencatat rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) pada level sehat sebesar 2,49 persen per April 2025. Ini menunjukkan kemampuan BRI dalam menjaga kualitas kredit serta menjalankan prinsip kehati-hatian.

Tak hanya dari sisi pembiayaan, BRI juga terus menggulirkan berbagai program pemberdayaan UMKM, antara lain:

1. Desa BRILiaN

2. Klasterku Hidupku

3. Figur Inspiratif Lokal (FIL)

4. LinkUMKM

Khusus LinkUMKM, BRI mengembangkan platform digital untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan kapasitas usaha pelaku UMKM.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Sumber: Bank BRI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X