Tarif Tinggi AS vs China: Siapa yang Lebih Rentan Terhantam?
PURWAKARTA ONLINE - Perang dagang antara China dan Amerika Serikat memasuki babak baru setelah Presiden Donald Trump menaikkan tarif impor produk China menjadi 145%.
Beijing tak tinggal diam, membalas dengan tarif 125% untuk barang-barang AS.
Dampak Langsung pada China:
1. Ekspor China ke AS diperkirakan anjlok dalam beberapa bulan ke depan.
2. Pertumbuhan ekonomi 2025 diprediksi melambat ke 4,5%, turun dari 5% di 2024.
3. Pemerintah China berupaya genjot konsumsi domestik dan siapkan stimulus baru.
Baca Juga: BRI Siapkan Rp 600 Miliar dalam Riyal Saudi untuk Biaya Hidup Jemaah Haji 2025
Bagaimana dengan AS?
- Kenaikan harga produk China bisa picu inflasi di pasar AS.
- Industri yang bergantung pada bahan baku China, seperti elektronik dan otomotif, terancam kenaikan biaya produksi.
Ancaman Resesi Global?
Pasar khawatir eskalasi perang dagang ini akan memukul pertumbuhan global.
Jika kedua ekonomi terbesar dunia saling membatasi perdagangan, efeknya bisa merambat ke negara-negara lain.
Artikel Terkait
Indonesia Butuh Lebih Banyak Entrepreneur! Solusi di Tengah Krisis Lapangan Kerja
BRI Dukung Warung Legendaris Bu Sum di Pasar Beringharjo, UMKM Naik Kelas dan Laris Manis
BRI Pacu Unici Songket Silungkang Go Global, UMKM Tenun yang Menaklukkan Pasar Ekspor
BBRI di Tengah Turbulensi Pasar, Buyback Saham Jadi Tameng atau Bumerang?
BRI Dukung UMKM Kue Naik Kelas, Kisah Sukses Tien Cakes & Cookies Raih Omzet Meningkat
Game Bisnis Online Gratis untuk Anak, Solusi Nyata Ajarkan Investasi dan Mindset Kaya Sejak Dini!
Ngeri Bos! King Abdi MasterChef Didepak dari Bisnis Kuliner Bebek yang Ia Ciptakan
Bisnis Kuliner Bebek Bikin Trauma King Abdi, Didepak dari 11 Cabang!
BRI Siapkan Rp 600 Miliar dalam Riyal Saudi untuk Biaya Hidup Jemaah Haji 2025
China Kalahkan Proyeksi Ekonomi Kuartal I 2025, Tapi Ancaman Tarif AS Mengerikan!