Perang Dagang China-AS Memanas! Tarif 145% vs 125%, Siapa yang Lebih Terpukul?

photo author
Enjang Sugianto, Purwakarta Online
- Kamis, 17 April 2025 | 07:00 WIB
AS naikkan tarif produk China jadi 145%, Beijing balas 125%. Dampaknya pada ekonomi kedua negara dan ancaman resesi global. (Gambar: Tren Asia)
AS naikkan tarif produk China jadi 145%, Beijing balas 125%. Dampaknya pada ekonomi kedua negara dan ancaman resesi global. (Gambar: Tren Asia)

Tarif Tinggi AS vs China: Siapa yang Lebih Rentan Terhantam?

PURWAKARTA ONLINE - Perang dagang antara China dan Amerika Serikat memasuki babak baru setelah Presiden Donald Trump menaikkan tarif impor produk China menjadi 145%.

Beijing tak tinggal diam, membalas dengan tarif 125% untuk barang-barang AS.

Dampak Langsung pada China:

1. Ekspor China ke AS diperkirakan anjlok dalam beberapa bulan ke depan.

2. Pertumbuhan ekonomi 2025 diprediksi melambat ke 4,5%, turun dari 5% di 2024.

3. Pemerintah China berupaya genjot konsumsi domestik dan siapkan stimulus baru.

Baca Juga: BRI Siapkan Rp 600 Miliar dalam Riyal Saudi untuk Biaya Hidup Jemaah Haji 2025

Bagaimana dengan AS?

- Kenaikan harga produk China bisa picu inflasi di pasar AS.

- Industri yang bergantung pada bahan baku China, seperti elektronik dan otomotif, terancam kenaikan biaya produksi.

Ancaman Resesi Global?

Pasar khawatir eskalasi perang dagang ini akan memukul pertumbuhan global.

Jika kedua ekonomi terbesar dunia saling membatasi perdagangan, efeknya bisa merambat ke negara-negara lain.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X