trending

Berbeda Dari Horor Konvensional! Film Selepas Tahlil Warisan Mencekam dan Teror Keluarga Sendiri

Sabtu, 12 Juli 2025 | 08:20 WIB
Film Selepas Tahlil hadirkan horor mencekam, warisan gelap, budaya lokal, dan teror dari dalam keluarga sendiri. (Dok. BION Studios)

Baca Juga: Selepas Tahlil, Lebih dari Sekadar Film Horor!

Saras (Aghniny Haque) dan Yudhis, anak-anak Pak Hadi, harus menghadapi kenyataan pahit ini.

Bersama kakak dari pihak keluarga ayah, mereka berjuang untuk memutus rantai kutukan yang telah menelan banyak nyawa.

Namun, perjuangan mereka justru menelan korban dari pihak keluarga ayah sendiri, yang tewas saat mencoba membunuh pewaris sah perjanjian.

Salah satu adegan paling seram dan menegangkan terjadi ketika Saras dirasuki oleh kekuatan gelap yang mencoba mempertahankan perjanjian tersebut.

Baca Juga: Haul Akbar Mbah Dalem Kabawi di Desa Sukamanah Bersama KKN STAI Al Badar Cipulus

Dalam kondisi terdesak, ia mempertaruhkan nyawanya untuk menghentikan kutukan dan menyelamatkan adiknya.

Disutradarai oleh Adriano Rudiman, film ini diangkat dari kisah viral dalam podcast Lentera Malam dan sukses menyajikan horor bukan dari luar, tapi dari dalam rumah sendiri.

“Ini bukan film horor biasa. Di sini, hantunya adalah ayahmu sendiri. Dan itu yang paling menakutkan,” ujar Adriano.

Sejak Gala Premiere 6 Juli lalu, Selepas Tahlil telah menuai banyak pujian.

Baca Juga: Menegangkan dan Mencekam! Horor Selepas Tahlil Jadi Plot Twist

Akting kuat dari Aghniny dan Bastian menghadirkan emosi yang menyayat sekaligus kengerian yang membekas.

Visual kelam, sound design menghantui, serta naskah berani membuat film ini menjadi tonggak baru dalam sejarah Horor Indonesia.

Lebih dari sekadar film hantu, Selepas Tahlil adalah refleksi tentang trauma keluarga, tekanan sosial, dan budaya diam yang sering terjadi di masyarakat.

Film ini juga memperlihatkan bagaimana warisan budaya lokal bisa menjadi kekuatan maupun kutukan jika tak dikelola dengan bijak.

Halaman:

Tags

Terkini