PURWAKARTA ONLINE - Dunia musik rock dan metal Indonesia berduka mendalam.
Gitaris kharismatik band Seringai, Ricky Siahaan, yang memiliki darah Batak Toba dari marga Siahaan yang bermakna "anak sulung", telah berpulang secara mengejutkan di Tokyo, Jepang, pada Sabtu (19/4/2025) pukul 22.10 waktu setempat.
Kabar duka ini bagai petir di siang bolong, terutama bagi para penggemar musik keras Tanah Air yang selama ini menjadikan riff-riff gitar mautnya sebagai pelecut semangat.
Lahir di Tanjung Pandan, Belitung, pada 5 Mei 1976 dengan nama lengkap Ricardo Bisuk Juara Siahaan, sosok Ricky lebih dikenal sebagai ruh dari band Seringai.
Baca Juga: Tia Rahmania Menang Gugatan, Ungkap Pesan Ibu Ketum PDIP: Kebenaran Pasti Menang!
Bukan hanya kepiawaiannya memetik gitar yang memukau di atas panggung, namun juga sentuhan magisnya sebagai komposer dan produser yang telah melahirkan album-album legendaris seperti High Octane Rock, Serigala Militia, Taring, hingga Seperti Api.
Karya-karyanya bukan sekadar deretan nada, melainkan representasi jiwa pemberontak dan semangat independen yang membakar skena musik underground Jakarta, bahkan Indonesia.
Nama "Siahaan" sendiri memiliki akar yang kuat dalam tradisi Batak Toba. Secara etimologis, "Si" adalah prefiks penunjuk nama, dan "hahaan" berarti abang atau anak sulung.
Gelar ini melekat pada Ompu Somba Debata Siahaan, leluhur marga ini yang merupakan anak sulung dari Tuan Somanimbil, generasi ketujuh dari Si Raja Batak.
Sebuah warisan darah "anak sulung" yang mungkin secara tak sadar tercermin dalam kepemimpinan Ricky di Seringai, menjadi garda terdepan dalam menyuarakan kegelisahan melalui distorsi gitar dan lirik-lirik tajam.
Band yang terbentuk di Jakarta pada tahun 2002 ini mengusung nama yang provokatif, "Seringai", yang berarti "senyum sinis" atau "senyum mengejek".
Nama ini seolah menjadi representasi dari musik dan lirik mereka yang tanpa tedeng aling-aling mengkritisi isu sosial, politik, dan budaya.
Bersama Arian 13 (vokal), Khemod (drum), dan Sammy (bass), Ricky telah membawa Seringai menjadi ikon musik metal/hardcore Indonesia dengan energi liar dan penampilan panggung yang tak terlupakan.