Tujuannya jelas, meningkatkan engagement insan BRILiaN dengan performa perusahaan.
Baca Juga: Kunjungan Presiden Prabowo di Timur Tengah Disambut Optimisme Diaspora
Fundamental Kuat di Balik Keputusan Buyback
Aksi buyback sering kali dibaca sebagai sinyal positif oleh investor.
Apalagi, BRI memiliki track record kinerja yang solid:
- Rasio Kecukupan Modal (CAR) selalu di atas ambang batas regulator.
- Laba bersih yang stabil meski di tengah tekanan suku bunga.
- Efisiensi operasional dengan BOPO yang terkendali.
Dengan alokasi dana sebesar Rp3 triliun, BRI seolah ingin mengatakan, "Kami percaya saham kami undervalued."
Antisipasi Ketidakpastian Pasar Global
Langkah BRI ini juga tak lepas dari situasi eksternal:
- Kebijakan The Fed yang masih ambigu soal penurunan FFR.
- Gejolak harga komoditas yang mempengaruhi pasar emerging.
- Potensi kenaikan NPL sektor UMKM jika ekonomi global melambat.