PURWAKARTA ONLINE - Kota Purwakarta, Perjalanan dari Masa Kolonial ke Era Modern Kabupaten Purwakarta, nama yang berarti “permulaan yang ramai,” tidak hanya memiliki nilai strategis tetapi juga sejarah yang kaya.
Di peringatan Hari Jadi ke-56, Pj. Bupati Benni Irwan menegaskan pentingnya menghargai masa lalu sebagai pijakan menuju masa depan.
“Hari Jadi ini mengingatkan kita untuk menghormati jasa para pahlawan yang telah membangun fondasi Purwakarta. Refleksi ini memacu kita menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat saat ini,” ujar Benni.
Sejarah Purwakarta mencatat era kolonialisme sebagai masa yang membentuk identitas kota ini. Gedung Negara, yang berdiri sejak 1831, menjadi simbol utama.
Bangunan ini mencerminkan perpaduan arsitektur Jawa dan Eropa, mengisyaratkan kekayaan budaya dan perjuangan masyarakat.
Dari Lumbung Beras hingga Pusat Investasi Dahulu dikenal sebagai lumbung beras dan teh, Purwakarta pernah menjadi basis logistik Kerajaan Mataram dalam penyerangan VOC ke Batavia.
Kini, daerah ini menjadi pusat investasi industri dengan posisi strategisnya di Jawa Barat.
“Banyak capaian membanggakan yang menunjukkan bahwa Purwakarta mampu bersaing di tingkat nasional,” kata Bey Machmudin.
Baca Juga: Transformasi Kesenian Genye, Upaya Purwakarta Mencari Identitas Budaya
Pembangunan Infrastruktur untuk Masa Depan Bey juga menyoroti langkah Pemprov Jabar untuk mendukung kemajuan Purwakarta melalui pembangunan infrastruktur, termasuk di sektor pendidikan.
Tema "Derap Langkah Membangun Karsa" menegaskan setiap langkah Purwakarta memiliki semangat mulia untuk membawa perubahan dan kemajuan.
Dengan kerja keras pemerintah dan masyarakat, Purwakarta siap melangkah menuju masa depan yang lebih cerah.***