Tidak hanya menjadi ajang berkumpul dan berdiskusi, Hajat Tani Kopi juga menjadi sarana efektif untuk mempromosikan kopi lokal.
“Kami menghadirkan media partner yang membantu mempromosikan kopi Pusakamulya, serta menghadirkan Ekraf (Ekonomi Kreatif) yang diharapkan bisa mendorong pasar kopi lokal dengan kerjasama bersama coffee shop dan hotel,” tutur Alliansyah.
Baca Juga: Dua Aktor Drakor Terbaik, Park Hyung Sik dan Heo Joon Ho akan Beradu Akting di Drama Baru
Ia juga berharap agar acara ini mampu menjadi gerbang bagi para petani untuk mendapatkan akses pasar yang lebih luas dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
Harapan Besar untuk Tahun Depan
Ketika ditanya mengenai harapannya untuk acara tahun depan, Alliansyah mengutarakan optimismenya.
“Harapan kami, tahun depan acara ini bisa lebih baik lagi. Yang paling penting, acara ini diadakan saat panen raya sehingga esensinya semakin terasa,” katanya.
Dengan dukungan yang semakin kuat dari pemerintah dan pihak-pihak terkait, ia yakin bahwa Hajat Tani Kopi akan menjadi salah satu agenda yang dinantikan di Purwakarta.
Baca Juga: Persiapan PERSIB Menuju Duel Sengit Lawan Port FC di AFC Champions League 2
Acara ini juga berhasil memberdayakan masyarakat setempat, terutama warung-warung di sekitar lokasi yang menjadi bagian dari konsumsi selama acara berlangsung.
“Kami bangga bisa melibatkan masyarakat lokal, terutama para petani, dan memberdayakan usaha kecil di sekitar lokasi acara,” ungkap Alliansyah.
Menuju Masa Depan yang Lebih Cerah
Hajat Tani Kopi bukan hanya sekadar perayaan, melainkan sebuah langkah maju dalam mempromosikan kopi lokal sekaligus membangun silaturahmi antara petani dan pemuda.
Dengan adanya rencana menjadikan acara ini sebagai agenda tahunan, para petani kopi di Pusakamulya memiliki harapan besar untuk masa depan yang lebih cerah.
Baca Juga: Arie Kriting Blokir Hasbil Mustaqim Lubis: Karena Itu Iblis!