Kontroversi Pembatalan Pertemuan LGBT di Jakarta: Kenapa ASEAN Dikecam? Temukan Faktanya!

photo author
Enjang Sugianto, Purwakarta Online
- Kamis, 13 Juli 2023 | 13:14 WIB
Pertemuan LGBT se-ASEAN di Indonesia ditolak oleh berbagai  pihak terutama MUI (Tangkapan Layar)
Pertemuan LGBT se-ASEAN di Indonesia ditolak oleh berbagai pihak terutama MUI (Tangkapan Layar)

PurwakartaOnline.com - Pertemuan komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) se-ASEAN yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada pertengahan Juli ini akhirnya batal digelar.

Keputusan ini menuai kecaman luas dari publik, termasuk dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pihak Istana.

Penyelenggara acara, Queer Advocacy Week ASEAN Sogie Caucus, memutuskan untuk merelokasi tempat pertemuan di luar Indonesia setelah mendapatkan serangkaian ancaman keamanan.

Penyelenggara acara telah memantau situasi dengan cermat, termasuk gelombang sentimen "anti-LGBT" di media sosial.

Baca Juga: 1 Suro 2023: Tradisi Mistis dan Perayaan Megah yang Tidak Boleh Dilewatkan!

Pembatalan lokasi pertemuan dilakukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan baik peserta maupun penyelenggara.

Meskipun demikian, ASEAN Sogie Caucus tidak mengungkapkan di mana negara lokasi penggantian rencana pertemuan tersebut.

Namun, diketahui bahwa ASEAN SOEGIE berbadan hukum di Filipina.

Organisasi ini meminta pemangku kepentingan ASEAN dan anggotanya untuk menciptakan ruang dialog bagi kelompok-kelompok yang termarginalkan.

Baca Juga: Pengorbanan Rakyat Korea: Mengejutkan! Sumbang Emas untuk Bayar Utang Negara

Mereka tidak ingin mengalami diskriminasi berdasarkan orientasi seksual, identitas gender, ekspresi gender, dan karakteristik seksual mereka (SOGIESC).

ASEAN Sogie menegaskan bahwa visi mereka tentang kawasan ASEAN yang inklusif didasarkan pada keberadaan ruang aman bagi masyarakat sipil dan pemegang hak.

Mereka ingin belajar tentang lembaga tersebut, membahas masalah yang penting bagi mereka, dan secara kolektif menggunakan hak mereka untuk secara bebas mengekspresikan pandangan mereka tentang bagaimana ASEAN memajukan atau tidak memajukan hak asasi masyarakat.

ASEAN Sogie terus menyuarakan perlindungan hak asasi manusia dalam menghadapi ancaman yang dihadapi setiap hari oleh orang-orang LGBTQIA+.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X