Alasanya Bikin Kamu Melongo! Kisah Viral Dokter UI Tinggal di Kolong Jembatan Kadilangu, Jawa Tengah

photo author
Dadan Hamdani, Purwakarta Online
- Rabu, 30 Juli 2025 | 07:59 WIB
Viral kisah pria mengaku dokter UI tinggal di kolong jembatan Kadilangu, usai kehilangan istri dan anak. ((tangkapan layar yt sinau hurip))
Viral kisah pria mengaku dokter UI tinggal di kolong jembatan Kadilangu, usai kehilangan istri dan anak. ((tangkapan layar yt sinau hurip))

Baca Juga: Sengketa Kuil Kuno Picu Perang, Gencatan Senjata Thailand-Kamboja Masih Rawan Pecah

Ia kini tinggal di bawah jembatan Kadilangu, hidup dengan pakaian seadanya, dan tampak tak lagi mengejar kemewahan atau status.

“Lebih tenang rasanya,” katanya ketika ditanya alasan hidup dalam keterasingan.

Kisah Hafid sontak menjadi viral di berbagai platform media sosial. Video yang diunggah di YouTube Sinau Hurip telah dibagikan ulang di TikTok, Facebook, Instagram, hingga X (Twitter).

Banyak netizen merasa terenyuh, namun sebagian juga mempertanyakan keaslian cerita Hafid.

Baca Juga: Viral Andini Permata 2 Menit 31 Detik: Link Berbahaya, Malware, dan Ancaman Hukum

“Kalau benar, ini menyedihkan banget. Harusnya negara hadir bantu dia.” tulis akun Instagram @demakviral dalam sebuah komentar.

“Dokter lulusan UI hidup di kolong jembatan. Dunia kadang sekejam itu.” unggah akun TikTok @kisahharianindo dengan potongan video Hafid.

Namun, sejumlah warganet juga mengungkap keraguan dan mendorong agar latar belakang Hafid diverifikasi lebih lanjut.

Hingga artikel ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Universitas Indonesia (UI), Kementerian Kesehatan, atau Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terkait kebenaran status Hafid sebagai dokter spesialis.

Baca Juga: Misteri Andini Permata: Viral, 2 Menit 31 Detik yang Bikin Warganet Tak Bisa Tidur

Menurut pengamat sosial dan praktisi kesehatan mental Dr. Rizal Fauzi, kisah seperti ini menunjukkan pentingnya perhatian terhadap kesehatan jiwa para profesional medis.

“Orang berpendidikan tinggi pun bisa jatuh dalam tekanan mental berat jika tidak ada sistem pendukung,” ujar Rizal saat dihubungi awak media, Rabu (30/7/2025).

Hafid menyatakan tidak membutuhkan belas kasihan, melainkan hanya ingin hidup damai dengan caranya sendiri.

Di sela-sela kesendiriannya, ia masih menggunakan pengetahuan medisnya untuk membantu orang-orang sekitar secara sederhana.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dadan Hamdani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X