Sosok Agam Rinjani: Dari Lembah Kesedihan Juliana Marins hingga Mendunia

photo author
Dadan Hamdani, Purwakarta Online
- Jumat, 27 Juni 2025 | 09:54 WIB
Agam Rinjani (tengah) bersama Tim SAR dan relawan yang mengevakuasi turis Brasil Juliana Marins yang tewas di Gunung Rinjani.  (Instagram/@tyo_survival)
Agam Rinjani (tengah) bersama Tim SAR dan relawan yang mengevakuasi turis Brasil Juliana Marins yang tewas di Gunung Rinjani. (Instagram/@tyo_survival)

Purwakarta Online - Pada 21 Juni 2025, Juliana De Souza Pereira Marins (26), backpacker asal Brasil, jatuh ke jurang sedalam 300–600 meter saat mendaki Gunung Rinjani bersama rombongan.

Meskipun sempat terekam via drone dan terdengar isyarat hidupnya, operasi SAR resmi terhambat karena medan ekstrem, kabut tebal, dan cuaca tak bersahabat.

Bernama lengkap Abdul Haris Agam, ia tumbuh besar di Lombok dan telah menuntun ratusan pendaki mencapai puncak Rinjani lebih dari 300 kali per tahun.

Keahliannya dalam teknik vertical rescue dan keberanian ekstrem menjadikannya sosok diandalkan di medan maut.

Baca Juga: Heboh Nama Bidan Rita: Viral Video One Set Ungu Picu Misteri di Media Sosial

Agam bersama tiga rekannya menuruni tebing vertikal hingga kedalaman 600 meter untuk mengevakuasi jasad Juliana, dengan tali pengaman dan bertahan satu malam di pinggir tebing.

Dalam video yang diunggah Agam di Instagram @agam_rinjani, ia mengucapkan “Persiapan penarikan. Semangat.” Dan menyampaikan duka “Turut berduka cita… saya hanya bisa bantu seperti ini. Semoga amal ibadahnya diterima…”

Netizen Brasil menyanjung Agam sebagai pahlawan kemanusiaan—bukan pemerintah.

Di akun X @neVerAl0nely “Dia adalah pejuang kemanusiaan… saat kejadian Agam baru dari Jakarta dan langsung berangkat rescue” 

Baca Juga: Kapolri Mutasi Ketua KPK Komjen Setyo Budiyanto Jelang Pensiun, Ini Daftar Lengkapnya

Berbagai media sosial melaporkan bahwa Agam bermalam menjaga jenazah Juliana di tebing.

Media global seperti Bored Panda menyebutnya national hero in Brazil dengan video lebih dari 1,3 juta views “He’s the one who… carried Juliana back up. He deserves our gratitude”.

Sementara The Guardian mengonfirmasi bahwa Basarnas dan SAR berhasil menemukan jenazah Juliana setelah 4 hari pencarian.

Menurut laporan keluarga dan ribuan respons netizen, operasi SAR resmi dinilai terlambat dan minim publikasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dadan Hamdani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X