Kasus ini berawal dari suap yang diberikan Harun kepada Komisioner KPU Wahyu Setiawan untuk meloloskannya sebagai anggota DPR RI.
Tindakan Hasto ini dinilai melanggar hukum sekaligus mencoreng citra partainya.
Harta Kekayaan yang Minim Transparansi
Sorotan lain tertuju pada harta kekayaan Hasto.
Meski sudah dua dekade di dunia politik, ia hanya sekali melaporkan kekayaannya ke KPK pada 2003.
Baca Juga: Narapidana Lapas Purwakarta Terima Remisi Natal 2024
Harta tersebut senilai Rp1,193 miliar, sebuah angka yang dinilai kecil untuk seorang politikus dengan jabatan strategis.
Ketidaktransparan ini memicu kritik dari berbagai pihak.
Reaksi Politik dan Harapan
Hasto menyampaikan pesan kepada kader PDI-P agar tetap solid.
Ia menekankan pentingnya menjaga marwah partai.
Namun, banyak yang melihat pernyataan ini sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian dari kasus hukum yang dihadapinya.
Baca Juga: Truk Tangki Cairan Kimia Bocor di Jalan Purwakarta-Padalarang, Ratusan Korban Luka
Kini, perjalanan politik Hasto Kristiyanto berada di persimpangan.
Akankah ia mampu membersihkan namanya, atau justru terbenam dalam pusaran korupsi?***
Artikel Terkait
Dugaan Sopir Mengantuk di Balik Kecelakaan Bus PO Qonita di Cipularang
Narapidana Lapas Purwakarta Terima Remisi Natal 2024
Remisi Natal di Lapas Purwakarta, Momentum Perbaikan Diri
Truk Tangki Cairan Kimia Bocor di Jalan Purwakarta-Padalarang, Ratusan Korban Luka
Iip Saepudin Resmi Pimpin DPC LSM Kompak Purwakarta 2025-2030
UMK Purwakarta 2025 Naik Signifikan, Apa Dampaknya bagi Pekerja dan Pengusaha?
FSPMI Purwakarta Ancam Tutup Kawasan Industri Jika Tuntutan UMSK Tak Dipenuhi
Tempat Camping Terbaik di Purwakarta untuk Liburan Seru
Kecelakaan Pesawat Azerbaijan Airlines di Kazakhstan! 38 Tewas, 28 Selamat
Hasto Kristiyanto, Perjalanan Karir Hingga Jadi Tersangka KPK