PURWAKARTA ONLINE - Hari Ibu di Indonesia bukan sekadar momen untuk mengucapkan terima kasih kepada ibu.
Lebih dari itu, tanggal 22 Desember menjadi pengingat sejarah perjuangan perempuan Indonesia dalam meraih kesetaraan.
Dimulai pada 1928, Kongres Perempuan pertama digelar di Gedung Dalem Joyodipuran, Yogyakarta.
Baca Juga: Operasi Lilin: Jadwal, Fokus, dan Tantangan 2024/2025
Selama empat hari, 22-25 Desember, sekitar 1.000 perempuan dari 30 organisasi berkumpul membahas hak pendidikan, kesetaraan gender, dan partisipasi politik.
Dipimpin oleh RA Soekonto, kongres ini juga dihadiri organisasi besar seperti Budi Utomo, Muhammadiyah, hingga Partai Nasional Indonesia.
Momen tersebut menjadi tonggak sejarah gerakan perempuan di Tanah Air.
Baca Juga: Legenda Gulat Rey Mysterio Sr Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun
Presiden Soekarno kemudian menetapkan 22 Desember sebagai Hari Ibu melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959.
Hari ini, Hari Ibu dirayakan sebagai simbol penghormatan atas peran ibu dalam keluarga dan masyarakat.
Lantas, bagaimana relevansi peringatan ini di era modern?
Baca Juga: Dedi Kusnandar Jalani Operasi, Patah Tulang?
Selengkapnya baca di bagian selanjutnya.***
Artikel Terkait
Langkah Mudah Cek Bansos PKH 2024 di cekbansos.kemensos.go.id
Panduan Lengkap Cara Daftar dan Cek Penerima Bansos PKH di Aplikasi
Operasi Lilin Sulsel, Fokus di Objek Wisata dan Tempat Vital
Kode Redeem FF Hari Ini 21 Desember 2024, Klaim Hadiah Gratis Sekarang!
Amnesti Koruptor ala Prabowo: Solusi atau Ancaman bagi Pemberantasan Korupsi?
Kode Redeem Free Fire 21 Desember 2024, Begini Cara Klaim Hadiahmu!
Kode Redeem Free Fire (FF) 21 Desember 2024, Buruan Tukarkan Sebelum Kehabisan!
Dedi Kusnandar Patah Tulang, Di Pastikan Absen 3 Bulan Usai Operasi
Dedi Kusnandar Jalani Operasi, Patah Tulang?
Legenda Gulat Rey Mysterio Sr Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun