Sejarah Hari Ibu, Dari Kongres Perempuan 1928 hingga Simbol Penghargaan untuk Ibu

photo author
Enjang Sugianto, Purwakarta Online
- Sabtu, 21 Desember 2024 | 20:32 WIB
Sejarah Hari Ibu di tanggal 22 Desember. (Twitter @DoritisB)
Sejarah Hari Ibu di tanggal 22 Desember. (Twitter @DoritisB)

PURWAKARTA ONLINE - Hari Ibu di Indonesia bukan sekadar momen untuk mengucapkan terima kasih kepada ibu.

Lebih dari itu, tanggal 22 Desember menjadi pengingat sejarah perjuangan perempuan Indonesia dalam meraih kesetaraan.

Dimulai pada 1928, Kongres Perempuan pertama digelar di Gedung Dalem Joyodipuran, Yogyakarta.

Baca Juga: Operasi Lilin: Jadwal, Fokus, dan Tantangan 2024/2025

Selama empat hari, 22-25 Desember, sekitar 1.000 perempuan dari 30 organisasi berkumpul membahas hak pendidikan, kesetaraan gender, dan partisipasi politik.

Dipimpin oleh RA Soekonto, kongres ini juga dihadiri organisasi besar seperti Budi Utomo, Muhammadiyah, hingga Partai Nasional Indonesia.

Momen tersebut menjadi tonggak sejarah gerakan perempuan di Tanah Air.

Baca Juga: Legenda Gulat Rey Mysterio Sr Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun

Presiden Soekarno kemudian menetapkan 22 Desember sebagai Hari Ibu melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959.

Hari ini, Hari Ibu dirayakan sebagai simbol penghormatan atas peran ibu dalam keluarga dan masyarakat.

Lantas, bagaimana relevansi peringatan ini di era modern?

Baca Juga: Dedi Kusnandar Jalani Operasi, Patah Tulang?

Selengkapnya baca di bagian selanjutnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Sumber: umj.ac.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X