Ini Akan Jadi Kontroversi Besar! Benarkah? Amnesti untuk Koruptor? Ide Prabowo yang Picu Gelombang Kritik

photo author
Dadan Hamdani, Purwakarta Online
- Sabtu, 21 Desember 2024 | 10:30 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto soroti penegakan HAM di dunia internasional saat kunjungan kerja ke Mesir. (Instagram.com/@prabowo) (Tim Kabar Buana 03)
Presiden RI, Prabowo Subianto soroti penegakan HAM di dunia internasional saat kunjungan kerja ke Mesir. (Instagram.com/@prabowo) (Tim Kabar Buana 03)

PURWAKARTA ONLINE - Presiden Prabowo Subianto kembali memantik polemik dengan gagasan memberikan kesempatan kepada koruptor untuk mengembalikan uang rakyat secara diam-diam tanpa konsekuensi hukum.

Pernyataan yang disampaikan dalam pidato di hadapan mahasiswa Indonesia di Kairo, Mesir, Rabu (18/12/2024), memunculkan kritik tajam dari berbagai pihak.

“Saya dalam rangka memberi kesempatan untuk taubat. Mengembalikan uang, tidak ketahuan, tapi kembalikan,” ujar Prabowo.

Langkah ini langsung dikritik oleh Zaenur Rohman, peneliti Pukat UGM.

Baca Juga: Anti korupsi! Strategi Amnesti Koruptor Prabowo, Kemunduran Besar atau Gebrakan Baru?

Menurutnya, ide tersebut bertentangan dengan UU Tipikor yang mewajibkan semua pelaku korupsi untuk tetap diproses hukum meski telah mengembalikan kerugian negara.

“Ini berbahaya dan bertentangan dengan hukum. Pengembalian kerugian negara tidak boleh menggugurkan pidana korupsi,” tegas Zaenur.

Selain itu, Transparency International Indonesia (TII) mencatat lemahnya dukungan politik pemerintah terhadap pemberantasan korupsi.

Hal ini terlihat dari mandeknya pembahasan regulasi penting seperti RUU Perampasan Aset dan RUU Pembatasan Transaksi Uang Kartal.

Baca Juga: Berapa Uang Pesangon Karyawan ANTV yang Kena PHK?

Sementara itu, Herdiansyah Hamzah dari Universitas Mulawarman menyebut langkah ini sebagai “mundurnya semangat pemberantasan korupsi di Indonesia.”

Ia bahkan menuding bahwa rezim saat ini lebih memprioritaskan kepentingan segelintir elite dibandingkan rakyat.

Ketua KPK, Setyo Budiyanto, mencoba memberikan konteks lain. Ia meyakini Prabowo serius dalam memberantas korupsi, namun ia juga menekankan perlunya detail teknis sebelum kebijakan ini diterapkan.

Dengan populasi dunia Muslim yang mencapai 25% dari populasi global, Prabowo juga menyerukan persatuan dunia Muslim di KTT Developing Eight (D-8) di Kairo.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dadan Hamdani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X