Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki: Riwayat Letusan dan Budaya Masyarakat Lamaholot

photo author
Enjang Sugianto, Purwakarta Online
- Kamis, 7 November 2024 | 17:10 WIB
Gunung Lewotobi Laki-laki  (magma.esdm.go.id)
Gunung Lewotobi Laki-laki (magma.esdm.go.id)

PURWAKARTA ONLINE, Flores – Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki kembali menjadi perhatian masyarakat.

Erupsi terbaru pada Kamis, 7 November 2024, mengakibatkan kolom abu setinggi 2.500 meter di atas puncak, mengarah ke barat laut.

PVMBG melaporkan bahwa letusan ini memiliki amplitudo maksimum 47,3 mm dan berlangsung selama 2 menit 33 detik, diikuti awan panas yang meluncur sejauh 1.000 meter.

Sebagai tindakan preventif, PVMBG merekomendasikan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di radius 7 kilometer dari pusat erupsi.

Baca Juga: Eks Bintang Timnas U-23 Syakir Sulaiman Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba di Cianjur

Selain itu, PVMBG memperingatkan bahaya abu vulkanik dan potensi lahar hujan, terutama di sungai-sungai yang berhulu di puncak Lewotobi Laki-Laki.

Pemerintah daerah pun terus berkoordinasi dengan BPBD NTT untuk menjamin keselamatan warga sekitar.

Lewotobi: Gunung Kembar yang menyimpan Nilai Budaya

Gunung Lewotobi terdiri dari dua puncak, yaitu Lewotobi Laki-Laki dan Lewotobi Perempuan.

Menurut budaya Lamaholot di Flores Timur, keduanya melambangkan pasangan suami-istri yang harmonis.

Baca Juga: Bojan Hodak Bertekad Bawa Tiga Poin dari Singapura di Leg ke-2 Liga Champions AFC

Lewotobi bukan sekedar gunung, tetapi simbol kepercayaan masyarakat lokal akan kesetiaan dan keseimbangan alam.

Riwayat Letusan dan Ancaman Vulkanik

Dalam catatan sejarah, Lewotobi Laki-Laki lebih sering mengalami letusan dibandingkan Lewotobi Perempuan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X