ragam

Dari RMS ke Madago Raya, Kopassus di Usia 73 Tahun antara Legenda dan Kritik

Senin, 14 April 2025 | 11:00 WIB
Ilustrasi Kopassus. Ulang tahun ke-73 Kopassus: Kilas balik operasi heroik, kontroversi HAM, dan tantangan masa depan pasukan elite TNI AD. (Istimewa)

Dari RMS ke Madago Raya: Kopassus di Usia 73 Tahun antara Legenda dan Kritik

PURWAKARTA ONLINE - “Pasukan Baret Merah” genap berusia 73 tahun pada 16 April 2025.

Kopassus, yang lahir dari kepungan krisis RMS di Maluku, kini menghadapi ujian zaman, tetap relevan di tengah konflik asimetris dan sorotan HAM global.

Sejak 1952, Kopassus adalah ujung tombak operasi rahasia TNI.

Baca Juga: Kontroversi Wawancara Bu Guru Salsa di TV One: Judul Dinilai Merusak Citra Pendidikan

Operasi Seroja (1975) di Timor Timur dan pembebasan sandera kapal MV Sinar Kudus (2011) dari perompak Somalia menjadi bukti kapabilitasnya.

Bahkan, mantan komandannya seperti Prabowo Subianto dan Luhut Panjaitan kini memegang peran strategis di pemerintahan.

Namun, jalan mereka tak mulus.

Operasi kontra-separatisme di Aceh dan Papua menuai kritik.

Baca Juga: Video Viral Calla Pramuka Gemparkan Media Sosial Berkonten Syur, Hati-hati Jebakan Link Terabox

Laporan LBH Jakarta (1998) menuding Tim Mawar Kopassus terlibat penculikan aktivis reformasi.

Isu ini sempat memutus kerja sama dengan pasukan khusus Australia.

Meski begitu, Mayor Jenderal Djon Afriandi menegaskan, “Kopassus berkomitmen pada profesionalisme dan hukum.”

Di ulang tahun ke-73, Kopassus menghadapi misi baru.

Halaman:

Tags

Terkini