PURWAKARTA ONLINE - Semarang, Jawa Tengah – Memasuki musim hujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang semakin intensif dalam melakukan pembersihan saluran air dan pengerukan sedimentasi sungai.
Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengurangi potensi banjir yang kerap terjadi akibat curah hujan tinggi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, Soewarto, mengungkapkan bahwa kegiatan ini dilakukan secara menyeluruh di seluruh wilayah Kota Semarang, mencakup bagian timur, utara, barat, hingga tengah dan selatan.
Pembersihan Saluran Air di Berbagai Wilayah Semarang
Untuk mengantisipasi terjadinya genangan air atau banjir, Pemkot Semarang fokus pada pembersihan sejumlah saluran air dan sungai di beberapa titik strategis.
Baca Juga: PERSIB Unggul 1-0 atas Borneo FC di Babak Pertama Liga 1 2024/2025
Di wilayah Semarang bagian timur, pembersihan dilakukan di Kali Sringin Lama, Kali Tambi, Kali Tlogosari Wetan, hingga di samping Tol USM. Sedangkan di wilayah utara, saluran yang dibersihkan antara lain Kali Kokrosono, Kali Semarang Ruas Layur, dan Kali Asin.
Tidak hanya itu, wilayah barat dan selatan Semarang juga menjadi perhatian.
Di bagian barat, pembersihan dilakukan di Sungai Krakas Malang Randu Garut dan Sungai Tugurejo, sementara di bagian selatan, saluran-saluran seperti Sungai Tandang dan Kolam Retensi Kampung Kali juga turut dibersihkan.
Peran Infrastruktur dalam Mengatasi Banjir
Upaya Pemkot Semarang tidak hanya terbatas pada pembersihan saluran air.
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menyampaikan bahwa masalah banjir di Kota Semarang bukan hanya dipengaruhi oleh curah hujan tinggi, tetapi juga oleh banjir kiriman dari wilayah sekitar.
Baca Juga: Biodata dan Profil Fefe Slinkert, Pacar Nathan Tjoe-A-On yang Memikat Hati Publik
Selain itu, genangan air seringkali diperburuk oleh fenomena rob atau pasang air laut.