Salah satu strategi yang dilakukan oleh Dinas Pangan dan Pertanian adalah mendorong sertifikasi GAP (Good Agricultural Practices) dan GHP (Good Handling Practices) untuk memastikan kualitas kopi.
Selain itu, penguatan kelembagaan kelompok tani dan kerja sama dengan Perhutani juga menjadi fokus utama dalam pengelolaan lahan kopi.
“Dengan pengelolaan yang baik dan kerja sama yang solid, kami berharap kopi Purwakarta bisa dikenal di pasar nasional bahkan internasional,” tambah Kurnia Prawira.
Baca Juga: CEO Muda, Akting Park Hyung Sik, Bintang K-Drama Treasure Island! Pikat Para Penggemar Drakor
Potensi Wisata Kopi di Purwakarta
Selain fokus pada produksi kopi, Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta juga melihat potensi besar dari sektor wisata kopi, terutama di kawasan Pasir Langlang Panyawangan.
Wisata kopi dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani lokal dan menarik minat wisatawan untuk menikmati kopi khas Purwakarta langsung dari sumbernya.
Harapan untuk Masa Depan Petani Kopi
Dalam acara Hadjat Tani Kopi ini, Kurnia Prawira berharap agar acara ke depan bisa lebih besar dengan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk eksportir kopi.
“Acara ini memiliki filosofi HADe tur Naekeun Darajat Patani Kopi, yang berarti harmoni seisi bumi dengan secangkir kopi, serta kesejahteraan petani dan kelestarian alam,” tutupnya.
Baca Juga: Profil Park Hyung Sik, Bintang K-Drama Treasure Island! Memikat Hati Para Penggemar Drakor
Acara Hadjat Tani Kopi tidak hanya menjadi ajang syukur, tetapi juga momentum untuk memajukan industri kopi lokal di Purwakarta melalui inovasi, kerja sama, dan peningkatan kualitas kopi yang berkelanjutan.
Kata Kunci: Hadjat Tani Kopi, petani kopi Purwakarta, Dinas Pertanian Purwakarta, pengembangan kopi, wisata kopi Purwakarta, kopi lokal, GAP, GHP.***